Wujudkan Herd Immunity, Netizen Ramai-ramai Suarakan Ajakan Vaksinasi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan Eko, Nita l dalam akun Twitter @Leonita_Lestari, mengatakan, dengan Indonesia bersatu, Covid-19 hanya menjadi hantu. Apalagi, pelaksanaan vaksinasi masif untuk bisa mencapai herd immunity. “Secara mengejutkan, Indonesia tercatat telah berhasil menurunkan kasus Covid-19 sebesar 58% hanya dalam waktu dua minggu. Itu adalah catatan luar biasa yang diberikan John Hopkins University Baltimore AS,” tulis Nita l.
Sementara Jeng Rini menilai percepatan vaksinasi Covid-19 bisa berdampak pada penurunan kasus Covid-19. Namun, Rini mengingatkan masyarakat Indonesia tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas. “Herd Immunity Indonesia terus dikejar. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Makin kasus Covid menurun, jangan lengah. Tetap jaga Prokes,” ciut Rini di akun @Widyarenee.
Sedangkan netizen lain, Aki Tulalit menekankan pentingnya melawan hoaks terkait vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi sehingga target vaksinasi tercapai. Semua jenis vaksin aman dan dapat mencegah keterpaparan dan keterparahan jika terkena Covid-19.
“Lawan setiap bentuk hoax, misinformasi maupun malinformasi agar target vaksinasi kita bisa tercapai,” tulis Aki Tulalit dalam akun twitter @YRadianto.
Sementara Jeng Rini menilai percepatan vaksinasi Covid-19 bisa berdampak pada penurunan kasus Covid-19. Namun, Rini mengingatkan masyarakat Indonesia tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas. “Herd Immunity Indonesia terus dikejar. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Makin kasus Covid menurun, jangan lengah. Tetap jaga Prokes,” ciut Rini di akun @Widyarenee.
Sedangkan netizen lain, Aki Tulalit menekankan pentingnya melawan hoaks terkait vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi sehingga target vaksinasi tercapai. Semua jenis vaksin aman dan dapat mencegah keterpaparan dan keterparahan jika terkena Covid-19.
“Lawan setiap bentuk hoax, misinformasi maupun malinformasi agar target vaksinasi kita bisa tercapai,” tulis Aki Tulalit dalam akun twitter @YRadianto.
(cip)
Lihat Juga :