Budiman Sudjatmiko dan Fahri Hamzah Isi Malam Minggu dengan Debat Panas soal Terorisme
Minggu, 10 Oktober 2021 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
"Ini yg ingin kita perbaiki supaya peradaban politik negara kita lebih maju.. ini yg sekarang sudah diperbaiki di negara2 asal kampanye sesat ini," tulisnya.
Budiman mengakui bahwa Islam menanggung beban tuduhan dalam kasus terorisme. Sama seperti Hindu di Srilanka dan Katholik di Irlandia Utara.
"Krn itu harus lebih banyak tokoh Islam mengecam terorisme sambil mengajak umat menjemput masa depan yg gak ada preseden masa lalunya," cuitnya.
Perdebatan berlanjut. Fahri Hamzah menegaskan bahwa terorisme dan korupsi adalah kejahatan. "Itu saja, jangan gagal negara yg salah identitas.. yg harus introspeksi siapa? Ya negara lah.. petugas negara siapa? Ya pemerintahlah. Masak pesantren?," ujarnya.
Kata Budiman, salah satu tugas negara adalah menjaga keamanan dari terorisme. Salah satunya diwujudkan dengan membentuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteros. "Densus 88 adalah antiteroris..bukan antiIslam. Jadi gak nyambung kalau menuduhnya Islamofobia," katanya.
Budiman mengakui bahwa Islam menanggung beban tuduhan dalam kasus terorisme. Sama seperti Hindu di Srilanka dan Katholik di Irlandia Utara.
"Krn itu harus lebih banyak tokoh Islam mengecam terorisme sambil mengajak umat menjemput masa depan yg gak ada preseden masa lalunya," cuitnya.
Perdebatan berlanjut. Fahri Hamzah menegaskan bahwa terorisme dan korupsi adalah kejahatan. "Itu saja, jangan gagal negara yg salah identitas.. yg harus introspeksi siapa? Ya negara lah.. petugas negara siapa? Ya pemerintahlah. Masak pesantren?," ujarnya.
Kata Budiman, salah satu tugas negara adalah menjaga keamanan dari terorisme. Salah satunya diwujudkan dengan membentuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteros. "Densus 88 adalah antiteroris..bukan antiIslam. Jadi gak nyambung kalau menuduhnya Islamofobia," katanya.
(abd)
Lihat Juga :