Masyarakat Kesulitan, Manajemen Distribusi Bansos Harus Diperbaiki
Rabu, 22 April 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, pihaknya mendesak Kemensos segera melakukan koordinasi dengan pemda dan pihak-pihak terkait sehingga penyaluran bantuan bisa cepat dilakukan. "Walaupun soal ketepatan penerima bantuan itu penting, tapi langkah cepat itu harus segera dilakukan dan saya kira kalau semua komponen masyarakat mulai RT, RW, kelurahan, desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi sudah ada Gugus Tugas Covid-19, seharusnya tidak ada hambatan apa pun untuk bisa menangani dampak sosial-ekonomi dari Covid-19 ini," katanya.
Diketahui, Yuli, ibu empat anak warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, meninggal dunia karena kelaparan, Senin (20/4/2020). Sebelum meninggal, Yuli dan keempat anaknya tidak bisa makan. Untuk menahan rasa lapar, dia bersama keluarganya hanya minum air isi ulang galon. Sementara anak bungsunya yang berumur tujuh bulan, kerap menangis karena ASI yang diberikan hambar.
Dengan keadaannya tertekan dalam hal ekonomi, dia tetap berusaha mencari sesuap nasi dan rezeki untuk menghilangkan lapar anak-anaknya. Dia juga sempat mengadu kepada RT setempat untuk meminta bantuan sembako. Namun, pihak aparatur pemerintah tersebut menyatakan belum menerima ada bantuan. Dalam masa sulit, untuk menyambung hidup, sang suami kerap mencari barang bekas, yang bisa membawa uang ke rumah kisaran Rp25.000-30.000
Sebelum ada virus corona, kehidupan Yuli terbantu oleh anak sulung yang telah bekerja. Saat ini harapan itu musnah lantaran anaknya sudah tidak bekerja karena dirumahkan pihak perusahaan. Keluarga Yuli sempat mendapatkan bantuan dari relawan, Pemerintah Kota Serang, bahkan dari Provinsi Banten, setelah terdapat kabar keluarga tersebut tidak makan selama dua hari. Suami Yuli mengatakan, berdasarkan keterangan dokter, istrinya itu banyak pikiran. Sebelum dibawa ke puskesmas sempat mengalami pingsan hingga akhirnya meninggal dunia.
BLT Mulai Dikerjakan Minggu Ini
Diketahui, Yuli, ibu empat anak warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, meninggal dunia karena kelaparan, Senin (20/4/2020). Sebelum meninggal, Yuli dan keempat anaknya tidak bisa makan. Untuk menahan rasa lapar, dia bersama keluarganya hanya minum air isi ulang galon. Sementara anak bungsunya yang berumur tujuh bulan, kerap menangis karena ASI yang diberikan hambar.
Dengan keadaannya tertekan dalam hal ekonomi, dia tetap berusaha mencari sesuap nasi dan rezeki untuk menghilangkan lapar anak-anaknya. Dia juga sempat mengadu kepada RT setempat untuk meminta bantuan sembako. Namun, pihak aparatur pemerintah tersebut menyatakan belum menerima ada bantuan. Dalam masa sulit, untuk menyambung hidup, sang suami kerap mencari barang bekas, yang bisa membawa uang ke rumah kisaran Rp25.000-30.000
Sebelum ada virus corona, kehidupan Yuli terbantu oleh anak sulung yang telah bekerja. Saat ini harapan itu musnah lantaran anaknya sudah tidak bekerja karena dirumahkan pihak perusahaan. Keluarga Yuli sempat mendapatkan bantuan dari relawan, Pemerintah Kota Serang, bahkan dari Provinsi Banten, setelah terdapat kabar keluarga tersebut tidak makan selama dua hari. Suami Yuli mengatakan, berdasarkan keterangan dokter, istrinya itu banyak pikiran. Sebelum dibawa ke puskesmas sempat mengalami pingsan hingga akhirnya meninggal dunia.
BLT Mulai Dikerjakan Minggu Ini
Lihat Juga :