Survei SMRC: Elektabilitas Partai Golkar Naik, PDIP dan Gerindra Turun
Kamis, 07 Oktober 2021 - 17:11 WIB
loading...
Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Center (SMRC) menunjukkan kecenderungannya setelah pemilu 2019, elektabilitas Partai Golkar mengalami tren kenaikan dari 8,4% pada Maret 2020 menjadi 11,3% pada September 2021.
Baca juga: Tanggal Pemilu 2024 Deadlock, Golkar Tepis Ada Upaya Perpanjang Masa Jabatan Presiden
Sementara dua partai besar pendukung pemerintah PDIP cenderung melemah, dari 25,9% menjadi 22,1% pada periode yang sama. Demikian juga Gerindra, yang turun dari 13,6% menjadi 9,9% pada periode yang sama. Hal itu dipaparkan peneliti SMRC Deni Irvani, Kamis (7/10/2021).
Baca juga: Victor Garansi Golkar Toraja Sapu Bersih Kemenangan di 2024
Naiknya elektabilitas Partai Golkar tersebut disyukuri Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin. Nurul memaknai naiknya elektabilitas Golkar karena soliditas dan kekompakan partai yang makin terjaga.
"Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, partai menunjukkan soliditasnya. Sistem bekerja dengan baik, tidak terganggu dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota sampai ke bawah. Semua memiliki kepercayaan diri, kita akan bisa maju bersama-sama," papar Nurul.
Nurul optimistis, Golkar akan terus naik angkanya di masa mendatang. Hasil survei SMRC menunjukkan jika pemilu diadakan sekarang (saat survei dilakukan), elektabilitas PDIP masih memimpin 22,1%, diikuti Partai Golkar 11,3%, PKB 10%, Gerindra 9,9% Demokrat 8,6%, PKS 6%, dan NasDem 4,2%. Sementara partai-partai lain di bawah 3%, dan yang belum tahu 18,8%.
Survei dilakukan SMRC pada periode 15-21 September 2021 melalui wawancara tatap muka. Pengambilan sampel dilakukan dengan multistage random sampling, sebanyak 1220 responden dengan response rate 80% atau 981 responden berhasil diwawancara. Margin of Error diperkirakan sebesar +- 3,19% pada tingkat kepercayaan 95%.
Baca juga: Tanggal Pemilu 2024 Deadlock, Golkar Tepis Ada Upaya Perpanjang Masa Jabatan Presiden
Sementara dua partai besar pendukung pemerintah PDIP cenderung melemah, dari 25,9% menjadi 22,1% pada periode yang sama. Demikian juga Gerindra, yang turun dari 13,6% menjadi 9,9% pada periode yang sama. Hal itu dipaparkan peneliti SMRC Deni Irvani, Kamis (7/10/2021).
Baca juga: Victor Garansi Golkar Toraja Sapu Bersih Kemenangan di 2024
Naiknya elektabilitas Partai Golkar tersebut disyukuri Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin. Nurul memaknai naiknya elektabilitas Golkar karena soliditas dan kekompakan partai yang makin terjaga.
"Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, partai menunjukkan soliditasnya. Sistem bekerja dengan baik, tidak terganggu dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota sampai ke bawah. Semua memiliki kepercayaan diri, kita akan bisa maju bersama-sama," papar Nurul.
Nurul optimistis, Golkar akan terus naik angkanya di masa mendatang. Hasil survei SMRC menunjukkan jika pemilu diadakan sekarang (saat survei dilakukan), elektabilitas PDIP masih memimpin 22,1%, diikuti Partai Golkar 11,3%, PKB 10%, Gerindra 9,9% Demokrat 8,6%, PKS 6%, dan NasDem 4,2%. Sementara partai-partai lain di bawah 3%, dan yang belum tahu 18,8%.
Survei dilakukan SMRC pada periode 15-21 September 2021 melalui wawancara tatap muka. Pengambilan sampel dilakukan dengan multistage random sampling, sebanyak 1220 responden dengan response rate 80% atau 981 responden berhasil diwawancara. Margin of Error diperkirakan sebesar +- 3,19% pada tingkat kepercayaan 95%.
(maf)
Lihat Juga :