Sarankan Nama Tidak Terlalu Panjang, Dirjen Dukcapil: Berpotensi Salah Ketik

Kamis, 07 Oktober 2021 - 15:46 WIB
loading...
Sarankan Nama Tidak...
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyarankan agar nama anak tidak terlalu panjang. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyarankan agar nama anak tidak terlalu panjang. Pasalnya pemerintah memiliki keterbatasan teknis dalam pencatatan di sistem administrasi kependudukan (Adminduk).

“Mengapa kami menyarankan nama tidak terlalu panjang? Karena ada keterbatasan teknis di dalam sistem adminduk kita, nama itu maksimal 55 karakter,” katanya, Kamis (7/10/2021).

Dia mengatakan jika melebihi dari 55 karakter maka tidak akan muat di berbagai dokumen kependudukan maupun dokumen negara lainnya. Baca juga: Nama Anak Jangan Panjang-panjang, SIAK Hanya Muat 55 Huruf

“Karena kalau nanti terlalu panjang, dalam Kartu Identitas Anak (KIA) tidak bisa dimuat, ini tempatnya kecil. Nanti di dalam KTPnya juga tidak cukup kalau namanya terlalu panjang. Apalagi di dalam kartu keluarga, di dalam akta kelahiran juga tidak akan cukup. Nah implikasi ke depannya kalau namanya terlalu panjang dalam SIM tidak cukup, di dalam rekening bank juga tidak akan cukup. Kalau nanti punya banyak tanah dalam sertifikat tanahnya juga tidak cukup,” paparnya. Baca juga: Dirjen Dukcapil Beberkan Nama Warga Tak Lazim: Pocong Hingga Kentut

Meski nama terlalu panjang, Zudan mengaku, pihaknya akan tetap memberikan pelayanan dokumen kependudukan dengan beberapa kondisi. “Kami akan tetap memberikan akta kelahiran untuk anak karena itu haknya. Dan tentu kepada masyarakat kami mohon pengertiannya bahwa kalau nama terlalu panjang apakah bisa disingkat? Ataukah namanya dipilih manakah yang lebih tepat yang lebih pendek,” ujarnya.

Selain menyulitkan dalam hal pencatatan, Zudan menyebut nama yang terlalu panjang bisa memperbesar potensi salah ketik. Hal ini bisa berdampak pada pencatatan nama yang tidak sinkron antara dokumen satu dengan yang lainnya.

“Menurut pengalaman saya selama beberapa tahun ini menjadi Dirjen Dukcapil banyak yang namanya panjang-panjang kemudian salah ketik. Harus dilakukan pembetulan-pembetulan. Misalnya nama antara akta kelahiran, antara KIA antara kartu keluarga dan ijazahnya karena salah ngetik akhirnya terjadi nama yang berbeda-beda,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Rekomendasi
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Berita Terkini
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Sinergi dengan 138 Kampus...
Sinergi dengan 138 Kampus dalam Pendidikan Advokat, Peradi Profesional Raih Rekor MURI
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Bank, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Daftar 13 Lokasi yang...
Daftar 13 Lokasi yang Digeledah Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara dan Asabri
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved