PAN Masuk Koalisi, Jadi Penyebab Isu Reshuffle Kabinet Mencuat
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 14:08 WIB
loading...
Diketahui, Partai Amanat Nasional (PAN) resmi bergabung partai politik (parpol) pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kabar reshuffle kabinet santer terdengar lagi. Setelah Partai Amanat Nasional (PAN) resmi bergabung partai politik (parpol) pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Baca juga: Survei: 53% Responden Merasa Reshuffle Kabinet Tak Mengubah Situasi Jadi Lebih Baik
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, dengan masuknya PAN ke koalisi pemerintahan, reshuffle kabinet merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnya, dengan masuknya PAN tersebut mengharuskan Jokowi melakukan reshuffle kabinet.
Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Fadjroel Minta Sabar Menunggu Pengumuman Jokowi
"Bukan kelihatannya lagi, dengan masuknya PAN tersebut maka reshuffle itu sebuah keniscayaan, tinggal menunggu waktu. Soal waktunya tentu Jokowi kelihatannya akan mencari waktu yang baik. Waktu yang cocok sesuai kebiasaan dan keyakinannya sebagai orang Jawa," kata Ujang saat dihubungi, Sabtu (2/10/2021).
Menurut Ujang, reshuffle kabinet kali ini tidak dilakukan secara besar-besaran. Menurutnya, Jokowi tidak ingin mengambil risiko. Ia berujar, hanya ada satu hingga dua kursi menteri yang bakal kena reshuffle kabinet kali ini.
"Maka saya melihat reshuffle kali ini pun juga Jokowi tidak mau mengambil risiko. Jadi kelihatannya tidak akan besar-besaran. Mungkin hanya satu dua saja, tidak akan besar begitu. Karena tidak mungkin juga Jokowi itu mengganti menteri-menteri dari partai itu walaupun kinerjanya jelek," ujar Ujang.
Baca juga: Survei: 53% Responden Merasa Reshuffle Kabinet Tak Mengubah Situasi Jadi Lebih Baik
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, dengan masuknya PAN ke koalisi pemerintahan, reshuffle kabinet merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnya, dengan masuknya PAN tersebut mengharuskan Jokowi melakukan reshuffle kabinet.
Baca juga: Soal Reshuffle Kabinet, Fadjroel Minta Sabar Menunggu Pengumuman Jokowi
"Bukan kelihatannya lagi, dengan masuknya PAN tersebut maka reshuffle itu sebuah keniscayaan, tinggal menunggu waktu. Soal waktunya tentu Jokowi kelihatannya akan mencari waktu yang baik. Waktu yang cocok sesuai kebiasaan dan keyakinannya sebagai orang Jawa," kata Ujang saat dihubungi, Sabtu (2/10/2021).
Menurut Ujang, reshuffle kabinet kali ini tidak dilakukan secara besar-besaran. Menurutnya, Jokowi tidak ingin mengambil risiko. Ia berujar, hanya ada satu hingga dua kursi menteri yang bakal kena reshuffle kabinet kali ini.
"Maka saya melihat reshuffle kali ini pun juga Jokowi tidak mau mengambil risiko. Jadi kelihatannya tidak akan besar-besaran. Mungkin hanya satu dua saja, tidak akan besar begitu. Karena tidak mungkin juga Jokowi itu mengganti menteri-menteri dari partai itu walaupun kinerjanya jelek," ujar Ujang.
(maf)