Vaksinasi Covid-19 Harus Dipercepat dan Diperluas

Senin, 04 Oktober 2021 - 06:28 WIB
loading...
Vaksinasi Covid-19 Harus...
Vaksinasi Covid-19 harus terus diperluas pelaksanaannya demi mewujudkan kekebalan kelompok. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Pemerintah harus terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 . Hingga alkhir tahun, minimal 50% penduduk yang jadi sasaran vaksinasi sudah mendapatkan vaksin dosis kedua.

Pemerintah menargetkan 70% penduduk Indonesia yang jadi sasaran bisa tervaksinasi demi mencapai herd inmunity atau kekebalan kelompok. Namun, melihat fakta yang ada target tersebut tampak masih cukup jauh. Hingga 3 Oktober 2021, penduduk yang mendapatkan vaksin dosis pertama baru mencapai 45,03% atau setara 93.780.446 jiwa. Sedangkan vaksinasi dosis kedua baru mampu menjangkau 25,29% penduduk atau setara 52.676.052 jiwa.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi di Merauke, Jokowi: Kita Harus Belajar Hidup dengan Covid-19

Demi mempercepat tercapainya target vaksinasi, semua hambatan dalam program tersebut harus bisa diatasi segera. Hambatan yang dihadapi selama ini salah satunya adalah disparitas distribusi vaksin. Banyak daerah, terutama di luar Jawa, kekurangan stok vaksin sehingga harus menunggu lama untuk mendapat giliran.

Pakar kesehatan masyarakat Iqbal Mochtar mengatakan, pemerataan cakupan vaksin harus segera dilakukan. Dia melihat terjadi disparitas yang besar cakupan vaksin antara satu daerah dengan daerah lainnya di Tanah Air.

"Misalnya , vaksinasi di Jakarta sudah sekitar 100% tercapai. Sementara di Lampung, masih sangat kurang. Disparitas seperti ini menghambat terjadinya herd immunity," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah ini saat dihubungi kemarin.

Selain itu, untuk mencapai herd imminity vaksinasi harus cepat dan merata di sebuah wilayah. Alasanya, karena efikasi vaksin Vovid-19 hanya bertahan enam bulan.

"Cakupan vaksinasi 70% itu harus dicapai secara serentak. Ini yang penting. Jangan Jawa Barat sudah mencapai 70% hari ini tapi Jawa Timur nanti tahun depan. Herd immunity tidak akan tercapai bila begitu," paparnya.

Baca juga: Warga Kendal Antusias Ikuti Vaksinasi Perindo, Chacha Frederica: Sudah 1.700 yang Mendaftar

Selain itu hambatan lain yang harus diatasi adalah ketersediaan vaksin. Di tengah perlombaan seluruh negara untuk mendapatkan vaksin, pemerintah Indonesia harus punya strategi dalam menjamin stok vaksin tersedia. Jika stok aman, target 208 juta penduduk tervaksinasi akan bisa cepat tercapai.

"Stok vaksin ini sangat perlu karena jangan sampai ketika kita berada di tengah program, tiba-tiba (vaksin) habis. Ini yang yang harus bisa diantisipasi," ujarmya mengingatkan.

Di saat yamg sama pemerintah juga harus bekerja keras dalam memberantas hoaks atau infodemic. Hoaks salah satu hambtan terbesar dalam program vaksinasi.Saat ini di masyarakat sangat marak orang-orang yang tidak percaya dengan vaksin atau antivaks.

Ironisnya, masyarakat golongan itu yang malah melakukan penularan kepada orang-orang sekitarnya dan keluarganya.

"Hoaks ini akhirnya yang menyebabkan banyak orang tidak melakukan vaksinasi. Saya kira ini harus segera diantisipasi, dicarikan jalan keluarnya sehingga masyarakat bisa berpartisipasi secara lebih kontributif," tandas Iqbal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satgas Covid-19 Sebut...
Satgas Covid-19 Sebut 63 juta Warga Indonesia Sudah Divaksin Booster
Vaksinasi Booster di...
Vaksinasi Booster di Indonesia Capai 53 Juta Orang
Pandemi Covid-19 Belum...
Pandemi Covid-19 Belum Sepenuhnya Tuntas, Menko PMK Dorong Vaksinasi Booster
Vaksinasi Booster Dinilai...
Vaksinasi Booster Dinilai Penting untuk Cegah Keparahan akibat Covid-19
Update: 52.014.240 Warga...
Update: 52.014.240 Warga Indonesia Sudah Vaksin Booster
Covid-19 Masih Dinamis,...
Covid-19 Masih Dinamis, Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal Dinilai Tepat
Status Darurat Covid-19...
Status Darurat Covid-19 Dicabut, Kimia Farma Siap Suntikkan 751.000 Dosis Vaksin Booster Sinopharm
Vaksin Covid-19 Penguat...
Vaksin Covid-19 Penguat di Kepri Tinggal Tersisa 10 Ribu Dosis
Tak Perlu Ragu, Ini...
Tak Perlu Ragu, Ini 6 Alasan Kenapa Perlu Divaksin Covid-19 Booster Kedua
Rekomendasi
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Konflik Ruben Onsu dan...
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Melebar, Produser Cherrybelle Ikut Buka Suara
Berita Terkini
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved