Vaksinasi Covid-19 Harus Dipercepat dan Diperluas

Senin, 04 Oktober 2021 - 06:28 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan fokus pada program vaksinasi. Dia mengakui pemerintah telah menyalurkan 337 juta dosis vaksin Covid-19 untuk digunakan hingga Desember 2021. Dengan demikian, nanti pada akhir tahun secara rata-rata sudah 100% orang telah divaksin untuk dosis pertama, dan rata-rata 62% untuk dosis kedua. Menurut data yang dihimpunnya, suplai vaksinasi secara kumulatif hingga Agustus 2021 sebesar 158,53 juta dosis.

Airlangga mengklaim memiliki data soal distribusi vaksin sehingga target 80% itu akan tercapai.Pada September lalu, kata dia, pemerintah target menyuntikan 80,3 juta dosis vaksin atau 2,5 juta dosis per hari. Sedangkan pada Oktober juga sebanyak 54,7 juta dosis (2,5 juta per hari), lalu November 49,9 juta dosis (2,1 juta per hari), dan 50,5 juta dosis vaksin pada Desember (1,5 juta per hari).

Salah satu alasan mencapai target vaksinasi 50% dosis kedua pada akhir tahun adalah demi mengantisipasi potenai gelombang ketiga Covid-19. Gelombang ketiga Covid-19 diperkirakan akan melanda Indonesia mulai Desember 2021-Januari 2022. Selain karena cakupan vaksin yang rendah, ancaman gelombang ketiga dipicu oleh mobilitas masyarakat yang semakin tinggi karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarrakat (PPKM) yang semakin diperlonggar.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan diplomasi vaksin akan bekerja untuk mengamankan kebutuhan vaksin bagi keperluan rakyat Indonesia. Dengan upaya kuat yang telah dilakukan selama ini, Indonesia telah menyuntikkan lebih dari 140 juta dosis vaksin, salah satu yang terbesar di Asia, setelah RRT, India, dan Jepang.

Selain itu, terus menyuarakan kesetaraan akses vaksin untuk semua negara, Retno juga menyebut, Indonesia berada di garda depan dalam memberi masukan bagi upaya penataan ulang arsitektur kesehatan dunia agar dunia lebih siap hadapi tantangan kesehatan di masa mendatang. Dalam konteks inilah, Indonesia telah menjadi salah satu co-sponsor pengusulan sebuah International instrument for Pandemic Preparedness and Response.

"Indonesia tergabung dalam Group of Friends of the Treaty for Pandemic Preparedness and Response," katanya, Sabtu (2/10/2021).

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan pemerintah mengupayakan percepatan vaksinasi 2 juta dosis setiap harinya, termasuk melibatkan Langkah itu dilakukan agar target vaksinasi bisa mencapai minimal 50% dari populasi nasional di Desember mendatang.

Hingga kemarin (3/10) dilansir dari laman resmi Kemenkes, total penerima vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 93,78 juta orang (45%). Sementara yang sudah mendapatkan vaksin dosis 2 sebanyak 52,67 juta orang (25,29%).

Nadia memprediksi jumlah penerima dosis 1 pada Desember bisa mencapai 80% dari total target vaksinasi. Sejauh ini, penyuntikan vaksin terus ditingkatkan, termasuk memperbanyak sentra vaksinasi dengan melibatkan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, swasta, hingga komunitas masyarakat.

“Percepatan dan perbanyak sentra vaksinasi pelibatan TNI Polri dan swasta, ormas komunitas terus dilaksanakan. (Vaksinasi) sudah terus meningkat. Kemarin sudah sempat 1,9 juta dosis per hari. Rata-rata sekitar 1,6-1,7 juta,” ungkapnya.

Ketersediaan vaksin juga menjadi salah satu persoalan yang terus diatasi pemerintah melalui diplomasi dengan negara produsen vaksin. Nadia mengungkapkan distribusi vaksin yang ada saat ini memang lebih diprioritaskan ke daerah yang memiliki banyak kasus Covid-19, jumlah varian virus, hingga kecepatan vaksinasi setiap harinya. Ia berharap masyarakat bisa bersabar menunggu sesuai jadwal vaksinasi yang diberikan.

“Sesuai jumlah vaksin yang kita terima dari produsen vaksin dan kita prioritaskan kepada daerah dengan beberapa kriteria: penyumbang kasus terbanyak, jumlah varian virus yang terdeteksi, kecepatan vaksinasi per hari. Jadi masyarakat diminta bersabar sesuai dengan jadwalnya untuk mendapatkan vaksinasi,” imbuh dia.

Kemarin, Nadia juga mengungkapkan bahwa Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 tahap 81 yang tiba Jumat (1/10/2021) dini hari sebanyak 453.960 dosis vaksin jadi Pfizer. Kemarin, vaksin didistribusikan ke tujuh provinsi di Kalimantan dan Sumatera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satgas Covid-19 Sebut...
Satgas Covid-19 Sebut 63 juta Warga Indonesia Sudah Divaksin Booster
Vaksinasi Booster di...
Vaksinasi Booster di Indonesia Capai 53 Juta Orang
Pandemi Covid-19 Belum...
Pandemi Covid-19 Belum Sepenuhnya Tuntas, Menko PMK Dorong Vaksinasi Booster
Vaksinasi Booster Dinilai...
Vaksinasi Booster Dinilai Penting untuk Cegah Keparahan akibat Covid-19
Update: 52.014.240 Warga...
Update: 52.014.240 Warga Indonesia Sudah Vaksin Booster
Covid-19 Masih Dinamis,...
Covid-19 Masih Dinamis, Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal Dinilai Tepat
Status Darurat Covid-19...
Status Darurat Covid-19 Dicabut, Kimia Farma Siap Suntikkan 751.000 Dosis Vaksin Booster Sinopharm
Vaksin Covid-19 Penguat...
Vaksin Covid-19 Penguat di Kepri Tinggal Tersisa 10 Ribu Dosis
Tak Perlu Ragu, Ini...
Tak Perlu Ragu, Ini 6 Alasan Kenapa Perlu Divaksin Covid-19 Booster Kedua
Rekomendasi
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved