Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, dalam beberapa kejadian, pelaku kerap melukai korbannya yang bahkan bisa sampai menelan korban jiwa. “Iya memang, menurut saya kejahatan jalanan saat ini sangat membuat masyarakat khawatir. Saat pandemi ini, sepertinya semakin rawan ya,” ujar Mita, salah seorang responden jajak pendapat kepada MPI.
Penilaian tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap tingkat kecemasan masyarakat. Dari pengakuan 64% responden, semuanya menyatakan bahwa rasa takut dan cemas selalu muncul saat berada di jalan umum. “Saya selalu was-was aja kalau lagi jalan sendirian di tempat umum, sudah banyak kejadian juga kan, takut itu terjadi juga pada saya,” ujar Ratih, mahasiswi UI.
![Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat]()
Strategi Cegah Kejahatan
Sadar bahwa ancaman kejahatan sangat besar maka beberapa responden sudah memiliki strategi sendiri agar tidak menjadi korban. Demi menghindari menjadi sasaran empuk pelaku kriminal jalanan, 30% masyarakat memilih untuk tidak bepergian sendiri khususnya di tempat-tempat umum.
Tyo misalnya, mahasiswa yang berkuliah di Tangerang ini kerap bepergian malam menggunakan sepeda motor. Sadar dirinya berpeluang besar menjadi korban kejahatan, Tyo selalu mengajak rekannya.
“Cara yang paling ampuh menanggulangi kejahatan jalanan menurut saya pribadi, ya mengendarai motor tidak sendiri. Biasanya, mengajak teman. Kalau terpaksa harus sendiri, sebisa mungkin menghindari tempat sepi dan mengendarai motornya sedikit ngebut,” kata dia.
Responden lainnya memilih untuk tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan saat berada di tempat umum serta sebisa mungkin menghindari tempat-tempat sepi. Ada juga responden yang memilih untuk tidak bepergian sama sekali kecuali memang memiliki kebutuhan yang genting.
Penilaian tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap tingkat kecemasan masyarakat. Dari pengakuan 64% responden, semuanya menyatakan bahwa rasa takut dan cemas selalu muncul saat berada di jalan umum. “Saya selalu was-was aja kalau lagi jalan sendirian di tempat umum, sudah banyak kejadian juga kan, takut itu terjadi juga pada saya,” ujar Ratih, mahasiswi UI.

Strategi Cegah Kejahatan
Sadar bahwa ancaman kejahatan sangat besar maka beberapa responden sudah memiliki strategi sendiri agar tidak menjadi korban. Demi menghindari menjadi sasaran empuk pelaku kriminal jalanan, 30% masyarakat memilih untuk tidak bepergian sendiri khususnya di tempat-tempat umum.
Tyo misalnya, mahasiswa yang berkuliah di Tangerang ini kerap bepergian malam menggunakan sepeda motor. Sadar dirinya berpeluang besar menjadi korban kejahatan, Tyo selalu mengajak rekannya.
“Cara yang paling ampuh menanggulangi kejahatan jalanan menurut saya pribadi, ya mengendarai motor tidak sendiri. Biasanya, mengajak teman. Kalau terpaksa harus sendiri, sebisa mungkin menghindari tempat sepi dan mengendarai motornya sedikit ngebut,” kata dia.
Responden lainnya memilih untuk tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan saat berada di tempat umum serta sebisa mungkin menghindari tempat-tempat sepi. Ada juga responden yang memilih untuk tidak bepergian sama sekali kecuali memang memiliki kebutuhan yang genting.
Lihat Juga :