Kemewahan Bukan Jaminan Kebahagiaan
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Dari sekian banyak pelayan yang menghuni kastel, hanya satu pelayan yang akrab dan berusaha melindungi Anna. Dia adalah Amante, perempuan yang berasal dari Normandia. Hanya Amante yang benar-benar merasakan kesedihan dan memahami penderitaan Anna. Bahkan, Amante berusaha menyelamatkan Anna dengan cara membawa kabur, keluar dari kastel. Semua bermula ketika Anna, dibantu Amante, mencari-cari surat kiriman orangtuanya yang sengaja disembunyikan oleh seorang pelayan di kamar pribadi Tourelle. Di kamar tersebut justru Anna nyaris terperangkap dan tak bisa keluar. Terlebih saat ia menemukan sesosok mayat yang membuat Anna sangat syok dan ketakutan.
baca juga: 5 Penerbit Buku yang Menerima Naskah Penulis Pemula
Selain cerita “Perempuan Kelabu” ada tiga cerita lain yang bisa disimak dalam buku fiksi karangan penulis kelahiran Inggris ini. Cerita berjudul “Tiga Era dari Libbie Marsh” misalnya, menceritakan dua keluarga (Margareth Hall dan Nyonya Dixon) yang awalnya berseteru tapi akhirnya memilih berdamai. Berkat perantaraan Libbie-lah mereka akhirnya bisa menjalin hubungan yang lebih hangat. Semua bermula ketika Libbie, gadis muda yang berprofesi sebagai penjahit itu tinggal di rumah penginapan Nyonya Dixon. Libbie adalah gadis yang memiliki masa lalu yang begitu menyedihkan. Dia merasa kesepian setelah ayah dan ibunya pergi, adik lelakinya juga sudah meninggal dunia.
Rumah Nyonya Dixon bersebelahan dengan rumah Margareth Hall, seorang janda yang mencari nafkah sebagai tukang cuci. Margareth memiliki seorang anak lelaki bernama Frank Hall yang lemah dan telah lama sakit-sakitan. Di lingkungan para tetangganya, Margareth dikenal sebagai perempuan yang tidak ramah. Bahkan dia dianggap sebagai perempuan kurang ajar karena sifatnya yang suka menghardik orang-orang yang ditemuinya (hlm. 103).
Sebuah ide terlintas di benak Libbie ketika melihat penderitaan yang dialami oleh Frank, bocah malang yang terperangkap dalam kamarnya dan kerap ia lihat melalui jendela kamar rumah Nyonya Dixon. Libbie akhirnya memutuskan untuk memberikan hadiah yang menyenangkan untuk Frank. Sejak Frank menerima hadiah seekor burung dalam sangkar yang lucu, hari-harinya berubah menjadi lebih cerah dan berwarna. Margareth tentu berterima kasih pada Libbie dan hubungan yang semula retak dengan keluarga Nyonya Dixon menjadi lebih hangat.
Masih terdapat dua cerita lainnya, “Masalah Bessy di Rumah” dan “Penghilangan” yang bisa disimak langsung dalam buku genre fiksi ini. Buku ini mungkin bisa menjadi alternatif bacaan yang menghibur dan menyenangkan di waktu senggang Anda.
(Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen)
baca juga: 5 Penerbit Buku yang Menerima Naskah Penulis Pemula
Selain cerita “Perempuan Kelabu” ada tiga cerita lain yang bisa disimak dalam buku fiksi karangan penulis kelahiran Inggris ini. Cerita berjudul “Tiga Era dari Libbie Marsh” misalnya, menceritakan dua keluarga (Margareth Hall dan Nyonya Dixon) yang awalnya berseteru tapi akhirnya memilih berdamai. Berkat perantaraan Libbie-lah mereka akhirnya bisa menjalin hubungan yang lebih hangat. Semua bermula ketika Libbie, gadis muda yang berprofesi sebagai penjahit itu tinggal di rumah penginapan Nyonya Dixon. Libbie adalah gadis yang memiliki masa lalu yang begitu menyedihkan. Dia merasa kesepian setelah ayah dan ibunya pergi, adik lelakinya juga sudah meninggal dunia.
Rumah Nyonya Dixon bersebelahan dengan rumah Margareth Hall, seorang janda yang mencari nafkah sebagai tukang cuci. Margareth memiliki seorang anak lelaki bernama Frank Hall yang lemah dan telah lama sakit-sakitan. Di lingkungan para tetangganya, Margareth dikenal sebagai perempuan yang tidak ramah. Bahkan dia dianggap sebagai perempuan kurang ajar karena sifatnya yang suka menghardik orang-orang yang ditemuinya (hlm. 103).
Sebuah ide terlintas di benak Libbie ketika melihat penderitaan yang dialami oleh Frank, bocah malang yang terperangkap dalam kamarnya dan kerap ia lihat melalui jendela kamar rumah Nyonya Dixon. Libbie akhirnya memutuskan untuk memberikan hadiah yang menyenangkan untuk Frank. Sejak Frank menerima hadiah seekor burung dalam sangkar yang lucu, hari-harinya berubah menjadi lebih cerah dan berwarna. Margareth tentu berterima kasih pada Libbie dan hubungan yang semula retak dengan keluarga Nyonya Dixon menjadi lebih hangat.
Masih terdapat dua cerita lainnya, “Masalah Bessy di Rumah” dan “Penghilangan” yang bisa disimak langsung dalam buku genre fiksi ini. Buku ini mungkin bisa menjadi alternatif bacaan yang menghibur dan menyenangkan di waktu senggang Anda.
(Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen)
Lihat Juga :