Pemerintah Terus Berupaya Fasilitasi Disabilitas di Berbagai Bidang
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 13:34 WIB
loading...
Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian PPN, Maliki mengatakan, penyandang disabilitas menghadapi berbagai keterbatasan. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas, Maliki mengatakan, saat ini penyandang disabilitas menghadapi berbagai keterbatasan akses.
Baca juga: Hampir 100 Persen Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali Sudah Divaksin Dosis Pertama
Hal ini diungkapkan Maliki dalam webinar bertajuk 'Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas : Inisiatif Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tingkat Daerah' yang diselengarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) di Jakarta, Kamis 30 September 2021.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Binda Kepri Sasar Ratusan Anak Penyandang Disabilitas
"Penyandang disabilitas harus mengeluarkan biaya ekstra dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik untuk pemenuhan alat bantu maupun pendampingan," kata Maliki dalam keterangan persnya, Jumat (1/10/2021).
"Apalagi selama dua tahun ini, kita mengalami Pandemi Covid-19. Penyandang disabilitas termasuk kelompok masyarakat rentan yang sangat terpengaruh, baik dari aspek sosial, kesehatan, maupun ekonomi," tambahnya.
Dikemukakan Maliki, berdasarkan analisis inklusifitas dan evaluasi program, pemerintah Indonesia bersama Organisasi Penyandang Disabilitas berupaya mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Baca juga: Hampir 100 Persen Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali Sudah Divaksin Dosis Pertama
Hal ini diungkapkan Maliki dalam webinar bertajuk 'Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas : Inisiatif Pembangunan Inklusif Disabilitas di Tingkat Daerah' yang diselengarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) di Jakarta, Kamis 30 September 2021.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Binda Kepri Sasar Ratusan Anak Penyandang Disabilitas
"Penyandang disabilitas harus mengeluarkan biaya ekstra dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik untuk pemenuhan alat bantu maupun pendampingan," kata Maliki dalam keterangan persnya, Jumat (1/10/2021).
"Apalagi selama dua tahun ini, kita mengalami Pandemi Covid-19. Penyandang disabilitas termasuk kelompok masyarakat rentan yang sangat terpengaruh, baik dari aspek sosial, kesehatan, maupun ekonomi," tambahnya.
Dikemukakan Maliki, berdasarkan analisis inklusifitas dan evaluasi program, pemerintah Indonesia bersama Organisasi Penyandang Disabilitas berupaya mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Lihat Juga :