Bersama Perangi Corona, 10 Rumah Aman Ciptakan Kemandirian Warga
Selasa, 21 April 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Bernaung dalam program 10 Rumah Aman, warga berhasil keluar dari tarikan negatif Covid-19. Mereka mensikapi tekanan ekonomi melalui amal. Bantuan berupa sembako hingga uang dikumpulkan warga lalu didistribusikan kepada tetangga yang membutuhkannya. Aktivitas ini dilakukan rutin bersamaan dengan pencatatan suhu tubuh warga oleh aktivis Dasa Wisma.
![Bersama Perangi Corona, 10 Rumah Aman Ciptakan Kemandirian Warga]()
Sembari mengurai isu Covid-19, warga terus berpikir kritis dan produktid. Mereka pun merintis sendiri konsep ekonominya. Melalui konsep UKM, beragam produk kuliner unggulan akan diluncurkan. Lalu, awalannya berupa produk kuliner Madumongso dan Sambal Pecel. Kedua kuliner itu bahkan dipakai sebagai logistik pendamping sembako amal bagi warga.
"UKM warga terus dikuatkan. Itu menjadi cara efektif agar eksis dalam tatanan ekonomi baru setelah Covid-19 mereda. UKM itu tahan tekanan dan bisa diakses luas setiap warga. Kami sudah rencanakan 2 produk yang akan disertakan juga dalam sembako amal. Madumongso untuk menggantikan Kurma. Sambal Pecel itu pengganti Mi Instan. Apalagi, sebentar lagi masuk Bulan Ramadhan," kata Zainal.
Dilakukan secara bergotong royong, produk Madumongso dan Sambal Pecel milik warga RT.008/RW.04 Balekambang sudah siap didistribusikan. Jumlahnya besar. Untuk Madumongso ada 50 pax, adapun Sambal Pecelnya sekitar 100 kemasan dengan berat seperempat kilogram. Produk ini bisa dinikmati 33 kepala keluarga (KK) warga RT.008/RW.04 Balekambang yang kurang beruntun secara ekonomi.
"Produk Madumongso dan Sambal Pecel hasil sumbangan uang warga. Mereka memang menyumbang uang dan sembako. Untuk sembako langsung didistribusikan, adapun uang dikumpulkan lebih dahulu sesuai kesepakatan. Setiap hari ada updatenya. Kami berharap Madumongso dan Sambal Pecel ini bisa menginspirasi warga. Dikembangkan lebih lanjut ke depannya menjadi usaha produktif," tegas Zainal.
Sebagai gambaran, Madumongso adalah kudapan manis. Bahan bakunya Ketan Hitam hasil fermentasi. Menurut historynya, Madumongso sudah ada sejak era Mataram Kuno. Pada masanya, Madumongso menjadi kuliner istimewa yang dinikmati para raja. Untuk membuatnya relatif mudah. Bahan bakunya ada Ketam Hitam yang sudah disosoh. Ada juga air, kelapa, daun pandan, gula merah, dan gula pasir.

Sembari mengurai isu Covid-19, warga terus berpikir kritis dan produktid. Mereka pun merintis sendiri konsep ekonominya. Melalui konsep UKM, beragam produk kuliner unggulan akan diluncurkan. Lalu, awalannya berupa produk kuliner Madumongso dan Sambal Pecel. Kedua kuliner itu bahkan dipakai sebagai logistik pendamping sembako amal bagi warga.
"UKM warga terus dikuatkan. Itu menjadi cara efektif agar eksis dalam tatanan ekonomi baru setelah Covid-19 mereda. UKM itu tahan tekanan dan bisa diakses luas setiap warga. Kami sudah rencanakan 2 produk yang akan disertakan juga dalam sembako amal. Madumongso untuk menggantikan Kurma. Sambal Pecel itu pengganti Mi Instan. Apalagi, sebentar lagi masuk Bulan Ramadhan," kata Zainal.
Dilakukan secara bergotong royong, produk Madumongso dan Sambal Pecel milik warga RT.008/RW.04 Balekambang sudah siap didistribusikan. Jumlahnya besar. Untuk Madumongso ada 50 pax, adapun Sambal Pecelnya sekitar 100 kemasan dengan berat seperempat kilogram. Produk ini bisa dinikmati 33 kepala keluarga (KK) warga RT.008/RW.04 Balekambang yang kurang beruntun secara ekonomi.
"Produk Madumongso dan Sambal Pecel hasil sumbangan uang warga. Mereka memang menyumbang uang dan sembako. Untuk sembako langsung didistribusikan, adapun uang dikumpulkan lebih dahulu sesuai kesepakatan. Setiap hari ada updatenya. Kami berharap Madumongso dan Sambal Pecel ini bisa menginspirasi warga. Dikembangkan lebih lanjut ke depannya menjadi usaha produktif," tegas Zainal.
Sebagai gambaran, Madumongso adalah kudapan manis. Bahan bakunya Ketan Hitam hasil fermentasi. Menurut historynya, Madumongso sudah ada sejak era Mataram Kuno. Pada masanya, Madumongso menjadi kuliner istimewa yang dinikmati para raja. Untuk membuatnya relatif mudah. Bahan bakunya ada Ketam Hitam yang sudah disosoh. Ada juga air, kelapa, daun pandan, gula merah, dan gula pasir.
Lihat Juga :