Buya Syafii Maarif Sebut Tak Bijak Bicara Pemakzulan Presiden
Selasa, 02 Juni 2020 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Acara itu diikuti sejumlah pembicara, yakni Ketua Dewan Pertimbangan MUI PUsat Din Syamsuddin, Ketum MAHUTAMA Aidul Fitriciada, Direktur Eksekutif KJI Ahmad Redi, dan guru besar FH Unpad Susi Harijanti, mantan Wamenkumham Denny Indrayanan, pengamat politik Refli Harun, pengamat hukum Bivitri Susanti, hingga pakar Pancasila Suteki.
"Kita khawatir cara-cara semacam ini akan menambah beban rakyat yang sedang menderita dan bisa juga menimbulkan gesekan dan polarisasi dalam masyarakat," jelasnya.
Terpisah, Ketua PW Muhamadiyah Wilayah Jawa Tengah Kyai Tafsir menyampaikan bahwa Muhammadiyah dalam posisi untuk membangun bangsa, membangun negara bersama-sama seluruh komponen bangsa.
"Muhammadiyah tidak mau terjebak dalam kepentingan politik praktis tertentu, oleh karenanya selama adanya diskusi, simposium dan seminar untuk kepentingan membangun bangsa dan perdamaian umat," kata Kiai Tafsir.
"Muhammadiyah akan selalu mendukung, selama bukan untuk kepentingan politik praktis tertentu," pungkasnya.
"Kita khawatir cara-cara semacam ini akan menambah beban rakyat yang sedang menderita dan bisa juga menimbulkan gesekan dan polarisasi dalam masyarakat," jelasnya.
Terpisah, Ketua PW Muhamadiyah Wilayah Jawa Tengah Kyai Tafsir menyampaikan bahwa Muhammadiyah dalam posisi untuk membangun bangsa, membangun negara bersama-sama seluruh komponen bangsa.
"Muhammadiyah tidak mau terjebak dalam kepentingan politik praktis tertentu, oleh karenanya selama adanya diskusi, simposium dan seminar untuk kepentingan membangun bangsa dan perdamaian umat," kata Kiai Tafsir.
"Muhammadiyah akan selalu mendukung, selama bukan untuk kepentingan politik praktis tertentu," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :