Bangun Kepercayaan Publik, KPK: Pemberantasan Korupsi Butuh Ikhtiar Panjang
Selasa, 28 September 2021 - 09:22 WIB
loading...
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil survei terbarunya terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Dari hasil survei itu kepercayaan publik kepada KPK menurun. Hanya 65 persen publik yang percaya kepada kinerja KPK .
Baca juga: Komisi III DPR Nilai Kinerja KPK Sangat Baik
Menanggapi itu, menurut KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan secara cepat. Sebab butuh usaha dan perencanaan yang panjang.
Baca juga: KPK Minta Pengembang Tak Dirikan Bangunan di Lahan Sitaan
"Pemberantasan korupsi adalah ikhtiar panjang. Di mana dampak dan manfaatnya tidak serta-merta bisa kita rasakan seketika itu juga," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (28/9/2021).
Ali menjelaskan, dalam penanganan sebuah perkara, publik mungkin bisa langsung melihat bagaimana KPK menangkap para pelaku dan memulihkan kerugian negaranya.
"Namun pada upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi, kita butuh waktu untuk bisa menikmati hasil dari perbaikan sistem dan penanaman nilai antikorupsi kepada orang per orang," jelasnya.
KPK kata Ali, mengapresiasi lembaga survei sebagai pihak yang terus konsisten mengukur dan memotret persepsi publik dan menyampaikan feedback-nya.
"Feedback dari masyarakat sangat berarti bagi KPK untuk introspeksi dan melakukan perbaikan ke depannya," katanya.
Selain itu lanjut Ali, survei persepsi publik menjadi salah satu tolok ukur bagaimana masyarakat menilai kinerja dan manfaat yang dihasilkan dari kerja pemberantasan korupsi oleh KPK.
"Oleh karenanya, KPK berharap bisa memperoleh indikator dan hasil pengukuran detailnya agar bisa mempelajari poin-poinnya secara rinci," pungkasnya.
Baca juga: Komisi III DPR Nilai Kinerja KPK Sangat Baik
Menanggapi itu, menurut KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan secara cepat. Sebab butuh usaha dan perencanaan yang panjang.
Baca juga: KPK Minta Pengembang Tak Dirikan Bangunan di Lahan Sitaan
"Pemberantasan korupsi adalah ikhtiar panjang. Di mana dampak dan manfaatnya tidak serta-merta bisa kita rasakan seketika itu juga," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (28/9/2021).
Ali menjelaskan, dalam penanganan sebuah perkara, publik mungkin bisa langsung melihat bagaimana KPK menangkap para pelaku dan memulihkan kerugian negaranya.
"Namun pada upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi, kita butuh waktu untuk bisa menikmati hasil dari perbaikan sistem dan penanaman nilai antikorupsi kepada orang per orang," jelasnya.
KPK kata Ali, mengapresiasi lembaga survei sebagai pihak yang terus konsisten mengukur dan memotret persepsi publik dan menyampaikan feedback-nya.
"Feedback dari masyarakat sangat berarti bagi KPK untuk introspeksi dan melakukan perbaikan ke depannya," katanya.
Selain itu lanjut Ali, survei persepsi publik menjadi salah satu tolok ukur bagaimana masyarakat menilai kinerja dan manfaat yang dihasilkan dari kerja pemberantasan korupsi oleh KPK.
"Oleh karenanya, KPK berharap bisa memperoleh indikator dan hasil pengukuran detailnya agar bisa mempelajari poin-poinnya secara rinci," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :