Kembali Usik Indonesia Soal Papua, Indonesia: Faktanya Vanuatu Bela Separatisme
Senin, 27 September 2021 - 08:36 WIB
loading...
A
A
A
Sindy mengatakan, pada kenyataannya, HAM versi Vanuatu sendiri diputarbalikkan dan sama sekali tidak hirau atas tindak teror keji serta tidak manusiawi yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata.
"Ketika fasilitas umum yang dibangun untuk masyarakat Papua dihancurkan, mengapa Vanuatu, sekali lagi memilih diam, ketika para guru dibantai tanpa belas kasihan, mengapa Vanuatu memilih diam?," kata Sindy dikutip dari channel MoFA Indonesia, Minggu (26/9/2021).
"Ketika ada sejumlah pekerja konstruksi yang dibunuh secara brutal, mengapa Vanuatu memilih untuk diam. Kenyataannya, Vanuatu justru membela separatisme dengan kedok keprihatinan HAM yang dibuat-buat," tambahnya.
Menurut Sindy, Vanuatu berupaya mengesankan dunia, seolah-olah negara ini peduli terhadap isu-isu HAM. Ia juga berpendapat bahwa Vanuatu terus melakukan agresi untuk memerangi Indonesia.
"Saya terkejut bahwa Vanuatu terus-menerus menggunakan forum yang mulia ini untuk mengusik kedaulatan dan integritas wilayah negara lain, serta terus melakukan agresi dengan maksud tercela dan motif politik untuk melawan Indonesia," ucapnya.
"Ketika fasilitas umum yang dibangun untuk masyarakat Papua dihancurkan, mengapa Vanuatu, sekali lagi memilih diam, ketika para guru dibantai tanpa belas kasihan, mengapa Vanuatu memilih diam?," kata Sindy dikutip dari channel MoFA Indonesia, Minggu (26/9/2021).
"Ketika ada sejumlah pekerja konstruksi yang dibunuh secara brutal, mengapa Vanuatu memilih untuk diam. Kenyataannya, Vanuatu justru membela separatisme dengan kedok keprihatinan HAM yang dibuat-buat," tambahnya.
Menurut Sindy, Vanuatu berupaya mengesankan dunia, seolah-olah negara ini peduli terhadap isu-isu HAM. Ia juga berpendapat bahwa Vanuatu terus melakukan agresi untuk memerangi Indonesia.
"Saya terkejut bahwa Vanuatu terus-menerus menggunakan forum yang mulia ini untuk mengusik kedaulatan dan integritas wilayah negara lain, serta terus melakukan agresi dengan maksud tercela dan motif politik untuk melawan Indonesia," ucapnya.
Lihat Juga :