DPR Minta Daerah Fokus Tangani Wabah Covid-19

Senin, 01 Juni 2020 - 19:02 WIB
loading...
DPR Minta Daerah Fokus...
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta daerah fokus tangani Covid-19 dan tidak terburu-buru menerapkan new normal. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengkritik pemerintah yang sebentar lagi akan menerapkan kebijakan new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 yang bahkan belum mencapai puncaknya di Indonesia. Pemerintah daerah (pemda) pun menjadi tidak fokus karena ikut-ikutan kebijakan new normal di daerah masing-masing.

Untuk itu, Mardani meminta kepada Pemda untuk fokus terlebih dulu menjalankan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta mencegah penyebaran Corona di daerah masing-masing. “Baiknya daerah biar fokus PSBB dan menyelesaikan Covid-19,” kata Mardani kepada SINDOnews, Senin (1/6/2020).

Mardani juga mempertanyakan apakah rencana penerapan new normal ini sudah melibatkan pemda. Karena, pemda lebih mengetahui kondisi di daerah masing-masing, baik dari tingkat penyebaran virus, jumlah tes per hari, sampai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan. “Terlebih pemda tengah berjuang keras utk memutus rantai penyebaran di wilayah masing-masing,” tuturnya. (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)

Mardani juga menyoroti soal keputusan pemerintah melibatkan TNI-Polri untuk mengawal program new normal ini. Keputusan ini harus diiringi dengan protokol yang ketat agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Pelibatan TNI-Polri juga perlu kehati-hatian. “Melihat penggunaan Satpol PP seperti yang selama ini dilakukan, ada beberapa yang menimbulkan konflik horizontal. Pastikan semua memahami prosedur dan tetap menggunakan pendekatan yang humanis,” pintanya. (Baca juga: Update, 973 WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi Covid-19)

Karena yang dihadapi saat ini adalah krisis kesehatan, Ketua DPP PKS ini berpandangan, sosialisasi serta imbauan pada tahap awal harus diperkuat. Baru kemudian penerapan sanksi dilakukan secara bertahap. Namun sebelum jauh ke sana, pemerintah tetap tidak bisa gegabah dalam memutuskan new normal. Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penularan Covid-19 bisa dikendalikan di negara ini.

“Hati-hati dalam menilai realita di lapangan. Jangan karena negara lain melakukan relaksasi, kita juga ikut-ikutan. Kondisi di sini amat berbeda dengan negara-negara lain seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan yang dilihat dari segi grafik sudah menurun. Sedangkan kita masih naik itupun dengan jumlah peserta rapid/swab test yang terbatas. Berbahaya jika dipaksakan,” tegas Mardani.

Terakhir, Covid-19 merupakan krisis kesehatan dan ini yang utama. Mindset ini harus menjadi dasar bagi pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan. ”Mari kita jaga kebijakan publik pemerintah agar masuk akal, berbasis data dan mengikuti arahan para ahli beserta kajiannya,” katanya. *kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Peneliti BRIN Siti Zuhro:...
Peneliti BRIN Siti Zuhro: Daerah Maju Kuncinya Inovasi dan Gotong Royong, Stop Mengeluh!
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Rekomendasi
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Berita Terkini
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Ungkap Asal Usul Ide...
Ungkap Asal Usul Ide KDMP, Prabowo: Agar Rakyat Tak Terjerat Lintah Darat
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
Pakar: Penanganan Kasus...
Pakar: Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Besar bagi Kejagung
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved