Menlu Minta Sejumlah Negara Hapus Status Indonesia dalam Redlist Covid-19

loading...
Menlu Minta Sejumlah Negara Hapus Status Indonesia dalam Redlist Covid-19
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi meminta sejumlah negara menghapus Indonesia dari redlist menyusul turunnya angka kasus Covid-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi meminta sejumlah negara menghapus Indonesia dari redlist menyusul turunnya angka kasus Covid-19. Hal itu diungkapkan Retno saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, Retno bertemu US Under Secretary for Political Affairs, Ambassador Victoria Nulan.

Retno mengungkapkan ada beberapa negara yang masih menerapkan redlist, ia meminta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut. “Satu contoh, Perancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya (25/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah semakin membaik karena berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan- aturan yang lainnya terkait dengan protokol kesehatan. “Positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2%, di bawah standar WHO sebesar 5%, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31%,” ujarnya. Baca juga: Menlu Retno: Kemitraan ASEAN-AS Harus Jadi Solusi Tantangan Global

Selain itu, Retno menyatakan AS kembali menyampaikan keputusan untuk memberikan tambahan vaksin kepada Indonesia melalui Covax Facility sebesar kurang lebih 800.000 dosis. “Jadi sekali lagi, ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui Covax Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia. Sementara sebelumnya Indonesia sudah menerima dari Amerika 12,665,060 dosis vaksin,” ujarnya. Baca juga: Menlu: Amerika Berikan 800.000 Dosis Vaksin Covid-19 Tambahan untuk Indonesia

Dalam pertemuan tentunya Retno sampaikan apresiasi kepada Amerika atas dukungan tersebut. “Dalam berbagai kesempatan saya juga menyampaikan apresiasi kita atas dukungan dose-sharing dari Belanda, Jepang, dan Prancis,” ujarnya.

(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top