Ombudsman RI Sebut Daerah Belum Siap Terapkan OSS Berbasis Risiko

loading...
Ombudsman RI Sebut Daerah Belum Siap Terapkan OSS Berbasis Risiko
Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto mengatakan, banyak daerah di Indonesia yang mengeluhkan belum siapnya penerapan Online Single Submission berbasis risiko. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia soroti sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pemerintah. OSS RBA adalah sistem perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya yang dinilai berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto mengatakan, banyak daerah di Indonesia yang mengeluhkan belum siapnya penerapan Online Single Submission berbasis risiko itu. "Ketidaksiapan OSS RBA mengindikasikan ketidakpastian urusan perizinan di seluruh wilayah NKRI yang bisa merugikan investasi nasional," kata Hery dalam siaran tertulisnya, Jumat (24/9/2021). Baca juga:
Sistem OSS Berbasis Risiko Diluncurkan Jokowi, Bikin NIB Tidak Sampai 10 Menit

Herry menilai perlu diantisipasi dampak terus terbitnya Nomor Induk Berusaha (NIB) di tengah kondisi peraturan pelaksanaan yang belum jelas di tataran lapangan. Padahal sejak Agustus hingga September 2021 sudah sekitar 300.000 NIB sudah diterbitkan. Menurut Herry, hal ini cenderung bisa terjadi pengabaian kepatuhan terhadap ketentuan ketertiban, keamanan lingkungan dan konsumen. Baca juga: Perizinan Berbasis Risiko Hapus Cara Lama yang Ribet, BPKM Terbitkan 61.325 Nomor Induk Berusaha

"OSS RBA yang diharapkan menjadi solusi atas masalah perizinan berusaha jika terus didera ketidakpastian dalam implementasinya bisa beralih menjadi SOS (Save Our Souls artinya Selamatkan Jiwa Kami). OSS yang SOS itu sinyal sandi darurat bagi pelaku investasi di Indonesia," jelasnya.

Seperti diketahui, OSS berbasis risiko diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 9 Agustus 2021 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat kian mempermudah perizinan berusaha dan investasi.

(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top