Kubu Moeldoko Sangkal Jadi Penggagas Judicial Review yang Diajukan Yusril

Jum'at, 24 September 2021 - 11:16 WIB
loading...
Kubu Moeldoko Sangkal...
Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review atas AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA). Kubu Moeldoko menyangkal menjadi penggagas judicial review tersebut. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Judicial review yang diajukan Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Agung (MA) perihal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) Partai Demokrat yang telah disahkan Menkumham 18 Mei 2020 menjadi sorotan. Sejumlah pihak menuding Yusril telah memihak kepada Demokrat kubu Moeldoko .

Tudingan ini dibantah Rusdiansyah, perwakilan huasa hukum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang pimpinan Moeldoko. Ia menyebutkan salah alamat jika DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang dituding sebagai penggagas judicial review yang dilakukan Yusril.

"Pak Moeldoko tidak pernah memberikan kuasa pada Yusril Ihza Mahendra untuk menggugat AD/ART. Yang memberikan kuasa adalah kader Partai Demokrat Ketua DPC Ngawi Muhammad Isnaini. Jadi itu klaim sepihak (dari kubu AHY) kalau disebut Pak Moeldoko yang memerintahkan Yusril," kata Rusdiansyah, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Ajukan Judicial Review AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik menyebutkan apa yang dilakukan Yusril tidak netral dan memihak kepada kubu Moeldoko.

"Yusril harus memeriksa AD/ART semua partai bukan cuma Demokrat saja. Dalam keperluan itu, ia bisa saja memilih bertindak sebagai Profesor Tata Negara yang berjuang dengan sepenuhnya pamrih akademis. Misalnya mendorong legislative review terhadap UU Partai Politik agar kekosongan hukum yang ia sebut bisa dibahas para legislator," kata Rachland Nashidik.

Menurut Rachland Nashidik, Yusril Ihza Mahendra dalam kasus ini justru adalah kuku-kuku tajam dari praktik politik yang menindas.

Baca juga: Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko, Loyalis AHY Sebut Kuku Tajam Penindas
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
Kemenko Kumham Imipas...
Kemenko Kumham Imipas Raih Penghargaan Istimewa Digital Innovation in Public Services di DIA 2026
Yusril Tegaskan Pemerintah...
Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Larang Pemutaran Film Pesta Babi
Minta Sidang Andrie...
Minta Sidang Andrie Yunus Berjalan Adil, Yusril: Pemerintah Tak Akan Intervensi
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
Nobar Film Pesta Babi...
Nobar Film Pesta Babi di Ciputat, Panitia Terima Pesan Misterius dari Kontak Anonim
Mahasiswa Muhammadiyah...
Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Nobar Film Pesta Babi di Ciputat, Begini Situasinya
Rekomendasi
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Berita Terkini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved