Keberhasilan Penanganan Covid-19 Diapresiasi DPR

loading...
Keberhasilan Penanganan Covid-19 Diapresiasi DPR
Kebijakan pemerintah menangani Covid-19 diapresiasi oleh Anggota Komisi IX DPR Abidin Fikri. Foto/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Kebijakan pemerintah menangani Covid-19 diapresiasi oleh Anggota Komisi IX DPR Abidin Fikri. Mayoritas daerah saat ini dalam kategori zona kuning atau tingkat penularan virus rendah.

"Saya kira harus kita apresiasi penanganan Covid-19 sekarang. Kita juga mendapatkan apresiasi dari WHO dan lain sebagainya. Secara garis besar penanganan Covid-19 sudah bisa dikatakan menurunkan kasus," ujar Abidin Fikri, Jumat (24/9/2021).

Namun, dia meminta masyarakat tetap waspada karena pandemi Covid-19 belum berakhir, walaupun kondisinya saat ini relatif lebih baik. Pemerintah juga diminta untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika sewaktu-waktu penyebaran Covid-19 kembali memburuk.

Menurut Abidin, salah satu langkah antisipatif itu dengan pengetatan kebijakan karantina internasional. "Termasuk di dalam entry dan exit testing di bandara-bandara kita," imbuhnya.



Baca juga: Amien Rais dan Gatot Nurmantyo Ngumpul di Rumah Rocky Gerung, Ada Apa?

Kemudian, capaian positif program vaksinasi saat ini pun diapresiasinya. Sebanyak 83.248.128 orang sudah mendapatkan dosis vaksin pertama, 46.980.347 orang sudah menerima vaksin dosis kedua, dan 878.587 sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster hingga Kamis 23 September.

Abidin menilai capaian itu tidak terlepas dari hasil kerja keras pemerintah, komponen masyarakat, TNI, Polri, dan BIN. "Daerah-daerah melalui prakarsa kepala daerah yang terus mengawasi secara cermat pelaksanaan vaksinasi, itu menunjukkan indikator bahwa masyarakat sudah bisa mencapai percepatan yang luar biasa," ujarnya.

Dia menuturkan saat ini hard protection menjadi tujuan utama, tidak lagi herd immunity. "Proteksi masing-masing masyarakat kita, itu yang harus terus ditingkatkan. Karena herd immunity bisa tercapai kalau kita punya ketaatan secara sinergi dibarengi dengan prokes ketat," tuturnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi ancaman gelombang ketiga Covid-19, menurut dia, perlu upaya-upaya pengendalian transportasi yang melayani rute-rute internasional di bandara maupun pelabuhan. Pintu masuk Indonesia lewat jalur udara saat ini hanya Bandara Soekarno Hatta dan Sam Ratulangi Manado.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top