Setelah Hilang 13 Tahun, Pekerja Migran di Yordania Bisa Dipulangkan
Selasa, 21 April 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Majikan akhirnya berhasil dihubungi dan mau datang memenuhi panggilan KBRI. Pada awal Desember 2019, Fika bersama majikannya datang ke KBRI Amman dan berhasil membuat kesepakatan bahwa Fika akan dipulangkan pada akhir Desember 2019 dan Fika menyetujuinya.
Dengan berjalannya waktu ternyata majikan ingkar pada janjinya, akhirnya kasusnya dilaporkan pada kepolisian. Setelah proses mediasi yang panjang, majikan memenuhi semua hak-hak ketenagakerjaannya pada minggu pertama bulan Maret 2020.
Atase ketenagakerjaan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Amman di Yordania, Suseno Hadi menambahkan sebenarnya pemulangan direncanakan pada minggu kedua Maret. Namun bersamaan dengan adanya keputusan pemerintah Yordania, untuk menutup semua perbatasan baik laut, darat dan udara, sehingga kepulangan menunggu adanya penerbangan khusus ke Indonesia.
Akhirnya setelah empat bulan tinggal di penampungan KBRI Amman, pada tanggal 20 April 2020 dini hari, Fika berangkat untuk kembali ke Tanah Air. Sebelum kepulangan ke Indonesia, keadaan Fika sudah dipastikan kesehatannya oleh tenaga medis.
Fika menyampaikan, terima kasih kepada Duta Besar RI dan semua pihak di KBRI Amman yang telah membantu dan mengembalikannya pada keluarganya di Tanah Air. “Fika terlihat sangat gembira sekali dan memang sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya. Dia mengatakan ingin segera pulang dan bertemu dengan kedua orang tuanya di kampung halamannya," ungkapnya.
Dengan berjalannya waktu ternyata majikan ingkar pada janjinya, akhirnya kasusnya dilaporkan pada kepolisian. Setelah proses mediasi yang panjang, majikan memenuhi semua hak-hak ketenagakerjaannya pada minggu pertama bulan Maret 2020.
Atase ketenagakerjaan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Amman di Yordania, Suseno Hadi menambahkan sebenarnya pemulangan direncanakan pada minggu kedua Maret. Namun bersamaan dengan adanya keputusan pemerintah Yordania, untuk menutup semua perbatasan baik laut, darat dan udara, sehingga kepulangan menunggu adanya penerbangan khusus ke Indonesia.
Akhirnya setelah empat bulan tinggal di penampungan KBRI Amman, pada tanggal 20 April 2020 dini hari, Fika berangkat untuk kembali ke Tanah Air. Sebelum kepulangan ke Indonesia, keadaan Fika sudah dipastikan kesehatannya oleh tenaga medis.
Fika menyampaikan, terima kasih kepada Duta Besar RI dan semua pihak di KBRI Amman yang telah membantu dan mengembalikannya pada keluarganya di Tanah Air. “Fika terlihat sangat gembira sekali dan memang sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya. Dia mengatakan ingin segera pulang dan bertemu dengan kedua orang tuanya di kampung halamannya," ungkapnya.
(alf)