Memori SBY dan AHY Kenang Almarhumah Ibu Ageng

loading...
Memori SBY dan AHY Kenang Almarhumah Ibu Ageng
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Almarhumah Hj Sunarti Sri Hadiyah binti Danu Sunarto (Ibu Ageng). Foto/Ist
JAKARTA - Pada Selasa (21/9/2021) pagi, keluarga besar Almarhum Jenderal Sarwo Edhie Wibowo (SEW) dan para tamu undangan hadir secara terbatas, di Taman Makam Keluarga di Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Baca juga: Hadiri Prosesi Pemakaman Ibu Ageng, SBY dan Keluarga Bertolak ke Purworejo

Semuanya berkumpul untuk mengantarkan Almarhumah Hj Sunarti Sri Hadiyah binti Danu Sunarto (Ibu Ageng) ke tempat peristirahatan terakhir. Setelah menempuh 10 jam perjalanan darat dari Jakarta, jenazah Almarhumah Ibu Ageng tiba di Purworejo.

Baca juga: Mertua SBY Wafat, AHY Sebut Eyang Panutan Keluarga, Pamonge Jagat



Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku menantu almarhumah, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan keluarga besar tiba terlebih dahulu di kompleks pemakaman keluarga, setelah semalam sebelumnya juga menempuh perjalanan darat dari Jakarta.

Dalam sambutannya mewakili keluarga besar almarhum Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, SBY menceritakan bahwa Ibu Ageng sudah terlibat aktif dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan negara di usia yang masih sangat muda.

"Ibu Ageng, Ibu Sarwo Edhie Wibowo, juga memiliki darah pejuang. Sebagai istri, baru menikah, Ibu Ageng waktu itu mendampingi sang suami dalam perang gerilya, perang kemerdekaan. Tentu tidak sebagai kombatan, tetapi melakukan sesuatu untuk melindungi sang suami dari pengejaran dan pencarian tentara kolonial," kata SBY, dikutip dari keterangan pers Bakomstra DPP Partai Demokrat, Kamis (21/9/2021).

Semasa hidupnya kata SBY, Ibu Ageng juga pernah mengenyam pendidikan, pelatihan, dan penggemblengan sebagai sukarelawati untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI di tahun 1960-an.

Berbagai tantangan sebagai istri dari suami seorang prajurit juga dihadapi Ibu Ageng, kondisi ekonomi yang terbatas, tetapi Almarhumah tidak menyerah dengan keadaan sambil mengasuh dan membesarkan tujuh putra-putrinya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top