Kiai Imam Jazuli: Jika NU-PKB Menyatu Akan Jadi Kekuatan Politik Unstoppable
Selasa, 21 September 2021 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Di samping mengasuh pesantren dengan visi ke depan mengantarkan para alumni pesantren ke perguruan tinggi luar negeri, Kiai Imam Jazuli selama ini juga dikenal dengan tulisan-tulisannya dengan topik beragama mulai dari soal keagamaan, politik, budaya, bahkan masalah kebangsaan. Selama ini, Kiai Imam Jazuli dikenal dengan gaya khas tulisannya yang ilmiah, berwawasan luas, referensial, tajam, bukan hanya berisi kritikan tapi terkadang juga pujian dan tak jarang berisi solusi dan ide-ide menyegarkan.
“Tidak ada yang tahu di sudut Cirebon ini di dekat Gunung Ciremai ada sebuah pesantren kalau tidak ada tulisan Kiai Imam Jazuli yang mewarnai dunia maya Indonesia bahkan mungkin di dunia. Saya juga sudah lama melihat instagram dan video Bina Insan Mulia ini,” kata Cak Imin.
Cak Imin menjelaskan pendidikan santri hari ini semakin membanggakan dibanding 20-30 tahun lalu. Pesantren Nahdlatul Ulama, Ahlussunnah wal Jamaah 30-40 tahun lalu mungkin tidak seperti sekerang ini yang mulai dilihat diakui dan dinilai sangat baik. “Dulu bukan hanya tidak diakui tapi juga dipinggirkan tapi juga dilupakan bahkan tidak dicatat dalam sejarah padahal andil dan kontribusi peran kiai, ulama dan pesantren berjuang membentuk karakter akhlak mental dan kualitas jauh sebelum kemerdekaan. Lalu lahir generasi muslimin dan muslimat Indonesia yang luar biasa berkembang, akhirnya menjadi umat terbesar jumlahnya kemudian menjadi kekuatan besar untuk memerdekakan bangsa kita,” katanya.
Di akhir sambutannya, Cak Imin menyampaikan tiga pesan kepada seluruh santri Bina Insan Mulia untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang. “Untuk santri-santri BIMA ada tiga kunci tiga yang harus sungguh-sungguh, pertama seriuslah mendalami ilmu yang ada di sini, kalau ini sudah sukses maka jalan akan lapang dan mudah ke depan. Kedua disiplin dan taat kepada seluruh kewajiban-kewajiban yang ada di Bina Insan Mulia ini, ketiga olah batin, kuatkan dzikir, kuatkan ibadah, kuatkan hablumminallah dengan sungguh-sungguh, insya Allah dengan tiga modal ini kalian memimpin negara ini dengan sebaik-baiknya dan semaju-majunya,” ucap Cak Imin.
“Tidak ada yang tahu di sudut Cirebon ini di dekat Gunung Ciremai ada sebuah pesantren kalau tidak ada tulisan Kiai Imam Jazuli yang mewarnai dunia maya Indonesia bahkan mungkin di dunia. Saya juga sudah lama melihat instagram dan video Bina Insan Mulia ini,” kata Cak Imin.
Cak Imin menjelaskan pendidikan santri hari ini semakin membanggakan dibanding 20-30 tahun lalu. Pesantren Nahdlatul Ulama, Ahlussunnah wal Jamaah 30-40 tahun lalu mungkin tidak seperti sekerang ini yang mulai dilihat diakui dan dinilai sangat baik. “Dulu bukan hanya tidak diakui tapi juga dipinggirkan tapi juga dilupakan bahkan tidak dicatat dalam sejarah padahal andil dan kontribusi peran kiai, ulama dan pesantren berjuang membentuk karakter akhlak mental dan kualitas jauh sebelum kemerdekaan. Lalu lahir generasi muslimin dan muslimat Indonesia yang luar biasa berkembang, akhirnya menjadi umat terbesar jumlahnya kemudian menjadi kekuatan besar untuk memerdekakan bangsa kita,” katanya.
Di akhir sambutannya, Cak Imin menyampaikan tiga pesan kepada seluruh santri Bina Insan Mulia untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang. “Untuk santri-santri BIMA ada tiga kunci tiga yang harus sungguh-sungguh, pertama seriuslah mendalami ilmu yang ada di sini, kalau ini sudah sukses maka jalan akan lapang dan mudah ke depan. Kedua disiplin dan taat kepada seluruh kewajiban-kewajiban yang ada di Bina Insan Mulia ini, ketiga olah batin, kuatkan dzikir, kuatkan ibadah, kuatkan hablumminallah dengan sungguh-sungguh, insya Allah dengan tiga modal ini kalian memimpin negara ini dengan sebaik-baiknya dan semaju-majunya,” ucap Cak Imin.
(cip)
Lihat Juga :