KSAL: Pejabat TNI AL Harus Berani Tampil di Depan, Bukan Jadi Pengikut
Senin, 20 September 2021 - 21:18 WIB
loading...
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono meminta para perwira TNI A untuk berani tampil di depan, bukan sekadar mengekor. Foto/dispenal
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono berpesan agar para perwira menengah (pamen) TNI AL harus berani mengambil keputusan dalam situasi mendesak. Sebab tanggung jawab besar akan menunggu ketika nantinya jadi komandan.
Penekanan itu disampaikan Yudo saat memberi pembekalan kepada 50 Pamen TNI AL berpangkat Kolonel eks Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) XLVIII Sesko TNI, di Denma Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur, Senin, (20/9/2021).
"Sebagai calon komandan, perwira lulusan Sesko TNI harus berani mengambil risiko dengan mengambil keputusan dalam situasi darurat. Seorang komandan memiliki tanggung jawab besar yang harus diemban yang tidak dapat dihindari," tutur Yudo.
Baca juga: KSAL Terima Kunjungan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah
Dia mencontohkan jika nantinya para pamen sudah menjadi danlantamal atau danlanal dan terjadi bencana alam maka sebagai pejabat harus maju paling depan. Kemudian, kata Yudo, komunikasi kepada intansi terkait juga harus dari inisiasi TNI AL.
"Pejabat TNI AL harus berani tampil paling depan, bukan menjadi pengikut. Setelah ini kalian akan menempati jabatan pemantapan di tempat kedinasan yang baru, kalian harus bisa mengukir, bisa menjadi contoh atau agen perubahan agar menjadikan TNI AL lebih baik lagi,” kata Yudo.
Yudo menjelaskan, keberanian memang tak bisa muncul dengan sendirinya. Keberanian harus banyak dilatih, termasuk keberanian dekat dengan media. Dengan demikian, peran TNI AL dalam memberikan bantuan kepada masyarakat benar-benar diketahui publik.
Penekanan itu disampaikan Yudo saat memberi pembekalan kepada 50 Pamen TNI AL berpangkat Kolonel eks Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) XLVIII Sesko TNI, di Denma Mabesal, Cilangkap Jakarta Timur, Senin, (20/9/2021).
"Sebagai calon komandan, perwira lulusan Sesko TNI harus berani mengambil risiko dengan mengambil keputusan dalam situasi darurat. Seorang komandan memiliki tanggung jawab besar yang harus diemban yang tidak dapat dihindari," tutur Yudo.
Baca juga: KSAL Terima Kunjungan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah
Dia mencontohkan jika nantinya para pamen sudah menjadi danlantamal atau danlanal dan terjadi bencana alam maka sebagai pejabat harus maju paling depan. Kemudian, kata Yudo, komunikasi kepada intansi terkait juga harus dari inisiasi TNI AL.
"Pejabat TNI AL harus berani tampil paling depan, bukan menjadi pengikut. Setelah ini kalian akan menempati jabatan pemantapan di tempat kedinasan yang baru, kalian harus bisa mengukir, bisa menjadi contoh atau agen perubahan agar menjadikan TNI AL lebih baik lagi,” kata Yudo.
Yudo menjelaskan, keberanian memang tak bisa muncul dengan sendirinya. Keberanian harus banyak dilatih, termasuk keberanian dekat dengan media. Dengan demikian, peran TNI AL dalam memberikan bantuan kepada masyarakat benar-benar diketahui publik.
Lihat Juga :