Jenderal Kopassus Penakluk Everest Ditarik dari Papua, Kini Tugas di Mabesad
Selasa, 21 September 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Iwan yang kala itu baru letnan satu lolos seleksi dan tergabung dalam tim Ekspedisi Everest 1997. Misi menggapai ‘Atap Dunia’ itu digagas Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto sebagai misi monumental untuk menyambut dan mengisi HUT Kemerdekaan RI. Baca juga: Jalan Hidup Luhut, Tak Pernah Jabat Pangdam-Danjen Kopassus karena Anak Emas Benny Moerdani
“Mendaki Gunung Everest adalah impian setiap pendaki di dunia. (Lucunya) saat itu saya belum tahu, apa itu Mount Everest. Bayangkan, naik gunung saja belum pernah, terutama gunung es,” kata Iwan dalam video yang diunggah akun resmi Youtube TNI AD pada 2020, dikutip Senin (20/9/2020)
Iwan menuturkan, bagi prajurit TNI tugas adalah segala-galanya. Tugas merupakan kehormatan. Begitu pula Ekspedisi Everest tersebut. Setelah melalui seleksi panjang, dia lolos menjadi anggota tim ekspedisi. Untuk diketahui, selain prajurit TNI dalam tim ini juga bergabung para pendaki dari beberapa organisasi pecinta alam seperti Mapala UI, FPOK IKIK Jakarta, Wanadri dan FPTI.
Bergabung dalam misi prestisius ini tak ubahnya bertaruh nyawa. Iwan menggambarkan dari 100 pendaki yang ingin menggapai gunung setinggi 8.884 meter dari permukaan laut itu, kemungkinan hanya 10 orang yang sampai puncak. Dari 10 tersebut, kemungkinan tiga selamat.
Iwan menjadi satu-satunya perwira lulusan Akmil dalam ekspedisi tersebut. Dalam perjalanannya, ekspedisi ini dibagi dua tim pendaki: Jalur Utara dan Selatan. Iwan memimpin tim Jalur Selatan.
Ekspedisi menggapai puncak Himalaya itu sangat berat. Iwan menceritakan dirinya sampai muntah-muntah ketika baru berjalan 100 meter. Maklum, suhu dingin sangat ekstrem, sampai di bawah 50 derajat Celcius. Namun tentu saja mantan Danrindam Jaya ini pantang mundur.
Pada suatu titik, dia berada seolah antara hidup dan mati. Pada ketinggian 8.500 meter dari permukaan laut, dia terjatuh kehabisan oksigen. Momen ini tak pelak menjadi saat-saat kritis.
“Mendaki Gunung Everest adalah impian setiap pendaki di dunia. (Lucunya) saat itu saya belum tahu, apa itu Mount Everest. Bayangkan, naik gunung saja belum pernah, terutama gunung es,” kata Iwan dalam video yang diunggah akun resmi Youtube TNI AD pada 2020, dikutip Senin (20/9/2020)
Iwan menuturkan, bagi prajurit TNI tugas adalah segala-galanya. Tugas merupakan kehormatan. Begitu pula Ekspedisi Everest tersebut. Setelah melalui seleksi panjang, dia lolos menjadi anggota tim ekspedisi. Untuk diketahui, selain prajurit TNI dalam tim ini juga bergabung para pendaki dari beberapa organisasi pecinta alam seperti Mapala UI, FPOK IKIK Jakarta, Wanadri dan FPTI.
Bergabung dalam misi prestisius ini tak ubahnya bertaruh nyawa. Iwan menggambarkan dari 100 pendaki yang ingin menggapai gunung setinggi 8.884 meter dari permukaan laut itu, kemungkinan hanya 10 orang yang sampai puncak. Dari 10 tersebut, kemungkinan tiga selamat.
Iwan menjadi satu-satunya perwira lulusan Akmil dalam ekspedisi tersebut. Dalam perjalanannya, ekspedisi ini dibagi dua tim pendaki: Jalur Utara dan Selatan. Iwan memimpin tim Jalur Selatan.
Ekspedisi menggapai puncak Himalaya itu sangat berat. Iwan menceritakan dirinya sampai muntah-muntah ketika baru berjalan 100 meter. Maklum, suhu dingin sangat ekstrem, sampai di bawah 50 derajat Celcius. Namun tentu saja mantan Danrindam Jaya ini pantang mundur.
Pada suatu titik, dia berada seolah antara hidup dan mati. Pada ketinggian 8.500 meter dari permukaan laut, dia terjatuh kehabisan oksigen. Momen ini tak pelak menjadi saat-saat kritis.
Lihat Juga :