Positivity Rate di Bawah 5 Persen, Satgas: Jangan Sampai seperti Singapura

loading...
Positivity Rate di Bawah 5 Persen, Satgas: Jangan Sampai seperti Singapura
Angka positivity rate Covid-19 di Tanah Air saat ini sudah di bawah 5%, artinya telah memenuhi standar dari WHO. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus Covid-19 di Tanah Air mulai terkendali dibandingkan puncak kasus gelombang kedua pada Juli maupun Agustus 2021. Bahkan, kini angka positivity rate Covid-19 di Tanah Air sudah di bawah 5%, artinya telah memenuhi standar dari WHO.

"Mereka yang masuk rumah sakit atau pun juga BOR rumah sakit itu sudah jauh di bawah 20%, bahkan ada yang sampai 15%. Sehingga ruang isolasi dan juga ruangan di rumah sakit cenderung menurun," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting dalam keterangannya, Minggu (19/9/2021).

Alex mengatakan, meski positivity rate di bawah 5%, bukan berarti semua aktivitas dilonggarkan di segala lini. "Karena bagaimana pun juga virus ini masih terus ada di sekitar kita," katanya.

Baca juga: Satgas Covid-19 Ingatkan Saat Ini Masih PPKM, Bepergian Hanya untuk Keperluan Penting

Ia mengingatkan, jangan sampai terjadi seperti di Singapura yang saat ini kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. "Dan kemudian juga kita dengar di Singapura itu angka kasus sudah melebihi 1.000 angka kasus positif. Padahal Singapura juga termasuk negara yang melakukan penanggulangan secara sistematik dan terkoordinir cukup baik," katanya.



"Jadi kondisi ini artinya kendati pun kita sekarang ada penurunan levelisasi PPKM, ada yang sudah di 2 dan ada yang sudah di 1, tapi itu tidak ada jaminan bahwa tidak akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 sepanjang protokol kesehatan itu tidak menjadi bagian dari masyarakat, tidak menjadi bagian kehidupan masyarakat," ujar Alex.

Alex juga mengingatkan bahwa penelusuran kontak juga harus terus dilakukan meksi kasus sudah turun. "Dan ini harus menjadi tanggung jawab dari Posko PPKM baik di tingkat desa maupun kelurahan," katanya.

Baca juga: Jadi Acuan PTM, Pelajar di Luwu Utara Disuntik Vaksin Covid-19

Selain itu, vaksinasi juga harus terus digencarkan. "Semua daerah tentu memiliki kearifan lokal masing-masing sehingga intervensi vaksinasi juga harus dilakukan sesuai daerah masing-masing," katanya.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top