19 September 76 Tahun Lalu: Rapat Raksasa Lapangan Ikada dan Pidato Soekarno yang Menenangkan Massa
Minggu, 19 September 2021 - 06:32 WIB
loading...
A
A
A
Bung Kamo berpidato sekitar lima menit. Isi pidatonya antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari buku Museum dan Sejarah yang diunggah http://repositori.kemdikbud.go.id/: "Saudara-saudara harap tinggal tenang dan tenteram, dengarkanlah perkataan saya. Sebenarnya Pemerintah Republik lndonesia telah memberi perintah untuk membatalkan rapat ini, tetapi karena Saudara-saudara memaksa, maka saya datang ke sini lengkap dengan menteri-menteri Pemerintah Republik lndonesia. Saya bicara sekarang sebagai saudaramu, Bung Karno. Saya minta Saudara-saudara tinggal tenang dan mengerti akan pimpinan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Saudara-saudara, saya sebagai Presiden, saudara Hatta sebagai Wakil Presiden, Menteri-menteri, kita semua bersedia bertanggung jawab kepada seluruh rakyat Indonesia. Karena itu kami minta kepercayaan rakyat Indonesia.
Kita sudah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Proklamasi itu, tetap kami pertahankan, sepatah pun tidak kami cabut. Tetapi dalam pada itu, kami sudah menyusun suatu rancangan. Tenang, tenteram, tetap siap sedia menerima perintah yang kami berikan. Kalau Saudara-saudara percaya kepada Pemerintah Republik Indonesia, yang akan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan itu walaupun dada kami akan robek karenanya, maka berikanlah kepercayaan itu kepada kami, dengan tunduk kepada perintah-perintah kami dengan disiplin. Sanggupkah Saudara-saudara? Perintah kami hari ini, marilah sekarang pulang semua dengan tenang dan tenteram, tetapi dengan tetap siap sedia. Saya tutup rapat ini dengan salam nasional "Merdeka"."
Massa yang hadir pun tunduk pada perintah Bung Karno . Mereka membubarkan diri. Tak muncul insiden yang dikhawatirkan.
Soal pidato Bung Karno yang singkat dan hanya sekitar lima menit ini, budayawan Betawi Ridwan Saidi menyebut karena Proklamator RI tersebut juga akan menghadiri acara serupa di Klender.
"Dia sudah ditunggu rakyat di Klender, ada acara barengan," kata Ridwan Saidi dikutip dari video 'Detik detik Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 (Bagian 2)' yang tayang di Kanal YouTube Bursah Interaktif.
Ridwan Saidi juga mengatakan, jika diamati dan dibandingkan dengan rapat-rapat pada tahun 50-an, jumlah yang hadir pada Rapat Raksasa Lapangan Ikada itu sekitar 200 ribu orang. "Sekarang kita sudah merdeka, sudah lagi tidak dijajah. Kira-kira begitulah yang diucapkan (Bung Karno)," kata Ridwan Saidi.
Saudara-saudara, saya sebagai Presiden, saudara Hatta sebagai Wakil Presiden, Menteri-menteri, kita semua bersedia bertanggung jawab kepada seluruh rakyat Indonesia. Karena itu kami minta kepercayaan rakyat Indonesia.
Kita sudah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Proklamasi itu, tetap kami pertahankan, sepatah pun tidak kami cabut. Tetapi dalam pada itu, kami sudah menyusun suatu rancangan. Tenang, tenteram, tetap siap sedia menerima perintah yang kami berikan. Kalau Saudara-saudara percaya kepada Pemerintah Republik Indonesia, yang akan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan itu walaupun dada kami akan robek karenanya, maka berikanlah kepercayaan itu kepada kami, dengan tunduk kepada perintah-perintah kami dengan disiplin. Sanggupkah Saudara-saudara? Perintah kami hari ini, marilah sekarang pulang semua dengan tenang dan tenteram, tetapi dengan tetap siap sedia. Saya tutup rapat ini dengan salam nasional "Merdeka"."
Massa yang hadir pun tunduk pada perintah Bung Karno . Mereka membubarkan diri. Tak muncul insiden yang dikhawatirkan.
Soal pidato Bung Karno yang singkat dan hanya sekitar lima menit ini, budayawan Betawi Ridwan Saidi menyebut karena Proklamator RI tersebut juga akan menghadiri acara serupa di Klender.
"Dia sudah ditunggu rakyat di Klender, ada acara barengan," kata Ridwan Saidi dikutip dari video 'Detik detik Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 (Bagian 2)' yang tayang di Kanal YouTube Bursah Interaktif.
Ridwan Saidi juga mengatakan, jika diamati dan dibandingkan dengan rapat-rapat pada tahun 50-an, jumlah yang hadir pada Rapat Raksasa Lapangan Ikada itu sekitar 200 ribu orang. "Sekarang kita sudah merdeka, sudah lagi tidak dijajah. Kira-kira begitulah yang diucapkan (Bung Karno)," kata Ridwan Saidi.
(zik)
Lihat Juga :