Kasus Covid-19 di Papua Masih Tinggi, Puan Minta Penyelenggara PON Tingkatkan Kewaspadaan
Sabtu, 18 September 2021 - 00:16 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, yang dimaksud kasus aktif adalah pasien COVID yang masih sakit, belum sembuh, dirawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri atau terpadu. “Perlu ada upaya khusus untuk mencegah penyebaran virus corona di Papua. Tokoh-tokoh masyarakat maupun tokoh agama di daerah itu perlu dilibatkan demi mendorong efektivitas edukasi ke rakyat di akar rumput,” tutur Puan.
Alumni UI tersebut juga menyayangkan cakupan vaksinasi di Papua belum optimal. Pada awal September 2021, pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan vaksinasi dosis pertama di lima kabupaten/kota penyelenggaraan PON baru sekitar 50%.
Rincian vaksinasi dosis pertama di Kota Jayapura yakni 51%, Kabupaten Jayapura 48,39%,Mimika 50,6%, Merauke 55,58%, dan Kabupaten Kerom 33,73%. Selain itu, sebagian tenaga kesehatan di Papua yakni sebanyak 4,8% sama sekali belum menerima vaksinasi.
Hal itu berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah yang memberikan dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan mulai pertengahan Juli lalu. Puan Maharani menegaskan, pemerintah pusat perlu lebih memerhatikan kinerja pemerintah daerah dalam penanganan pandemi.
Ini agar tidak ada rakyat yang tidak mendapat akses vaksin, terutama masyarakat adat yang berada di lokasi terpencil atau jauh dari pusat pelayanan kesehatan.“Meski Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 yang bermuatan sanksi bagi masyarakat penolak vaksin, namun pada kenyataannya cakupan vaksinasi di Indonesia masih belum merata. Pemerintah wajib meningkatkan kewaspadaan menjelang dan selama penyelenggaraan PON dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Alumni UI tersebut juga menyayangkan cakupan vaksinasi di Papua belum optimal. Pada awal September 2021, pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan vaksinasi dosis pertama di lima kabupaten/kota penyelenggaraan PON baru sekitar 50%.
Rincian vaksinasi dosis pertama di Kota Jayapura yakni 51%, Kabupaten Jayapura 48,39%,Mimika 50,6%, Merauke 55,58%, dan Kabupaten Kerom 33,73%. Selain itu, sebagian tenaga kesehatan di Papua yakni sebanyak 4,8% sama sekali belum menerima vaksinasi.
Hal itu berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah yang memberikan dosis ketiga atau booster vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan mulai pertengahan Juli lalu. Puan Maharani menegaskan, pemerintah pusat perlu lebih memerhatikan kinerja pemerintah daerah dalam penanganan pandemi.
Ini agar tidak ada rakyat yang tidak mendapat akses vaksin, terutama masyarakat adat yang berada di lokasi terpencil atau jauh dari pusat pelayanan kesehatan.“Meski Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 yang bermuatan sanksi bagi masyarakat penolak vaksin, namun pada kenyataannya cakupan vaksinasi di Indonesia masih belum merata. Pemerintah wajib meningkatkan kewaspadaan menjelang dan selama penyelenggaraan PON dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Lihat Juga :