Soal Penambahan Jabatan Wamen, Faldo Maldini: Tergantung Penilaian Presiden

Jum'at, 17 September 2021 - 16:48 WIB
loading...
Soal Penambahan Jabatan...
Stafsus Mensesneg Faldo Maldini memastikan penambahan jabatan Wakil Menteri tergantung dari judgement atau penilaian Presiden Jokowi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Stafsus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini memastikan penambahan jabatan wakil Menteri (Wamen) tergantung dari judgement atau penilaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) .

Faldo menjelaskan rencana penambahan Wakil Menteri hingga dinamika yang terjadi, posisi Wakil Menteri memang dibuka dalam Perpres Keorganisasian. “Contoh Perpres Kemendikbud yang baru karena digabung dengan Kemenristek, sehingga perpresnya ya baru yaitu Perpres Nomor 62 Tahun 2021,” katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (17/9/2021).

Faldo juga mengungkapkan bahwa di perpres sebelumnya juga ada posisi wakil menteri, yakni di Perpres Nomor 82 Tahun 2019. “Ada posisi Wamen tapi itu tidak diisi. Jadi itu bukan ditambahkan tapi selama ini memang tidak pernah diisi slotnya. Dan kapan mau diisi? Itu tergantung dari judgement bapak Presiden. Kalau Bapak Presiden menganggap tidak perlu diisi, ya tidak perlu. Kalau pekerjaan sebuah kementerian sudah semakin banyak dan urgent menurut Bapak Presiden, ya bakal ditambah,” tegas Faldo. Baca juga: Penambahan Dua Wakil Menteri Disebut Belum Terlalu Mendesak

Saat ini, kata Faldo, pemerintah saat ini sedang bekerja optimal dalam penanganan pandemi Covid-19. “Yang jelas kita semua hari ini bisa lihat bahwa tim pemerintah bekerja dengan sangat optimal. soliditas ini yang akan menjadi modal berharga untuk melewati dan bangkit dari situasi pandemi,” paparnya.

Bahkan, kata Faldo, kinerja penanganan pandemi diapresiasi oleh Internasional. “Pemerintah hari ini sudah bekerja dengan sangat baik. tren kasus penanganan Covid-19 sudah membaik. Bahkan dunia internasional memberikan apresiasi untuk Indonesia dalam penanganan pandemi kita bisa lihat data dari John Hopkis University, diperbarui pada 12 September 2021 yang menyatakan penanganan Covid-19 di Indonesia merupakan salah satu terbaik di dunia karena mampu menurunkan kasus hingga 58% dalam kurun waktu 2 minggu,” katanya. Baca juga: Kisah Prabowo Subianto Saksikan Kematian Komandan di Pelukannya saat Operasi Seroja

Hingga per tanggal 12 september, kata Faldo, positivity rate indonesia berhasil turun ke 3,05% atau di bawah 5% yang merupakan angka ideal dari WHO. “Walaupun kita akan tetap terus waspada dan bersiap. Ini yang selalu menjadi prioritas. Jadi saya tidak pernah dengar ada kabar (penambahan Wamen) semua pejabat negara sedang fokus (penanganan pandemi), yang bicara soal itu, infonya dari mana, saya juga tidak tahu, silakan ditanyakan sama yang meyakini hal tersebut,” tegasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Daftar Peraih Penghargaan...
Daftar Peraih Penghargaan DIA 2026: Kreator Konten, Kementerian, hingga Pelaku Industri
Dialog Terbuka Presiden...
Dialog Terbuka Presiden Prabowo Perlu Diperluas ke Kementerian hingga Pemda
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Sambut Hari Kartini...
Sambut Hari Kartini 2026, Ini 12 Menteri dan Wamen Perempuan di Kabinet Prabowo
Rekomendasi
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Berita Terkini
Jokowi dan JK Hadiri...
Jokowi dan JK Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: JPU Abaikan Sejumlah Laporan Pelapor dalam Dakwaan
Presiden Prabowo Jadi...
Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara di Cikeas
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved