BBM Satu Harga Bertambah 17 Titik, Pertamina Patra Niaga Layani Distribusi Energi ke 293 Wilayah 3T
Kamis, 16 September 2021 - 14:48 WIB
loading...
Program BBM Satu Harga yang dimulai pada tahun 2017 lalu, kini telah tersedia di 297 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, 287 titik di antaranya dikelola oleh Pertamina.
A
A
A
JAKARTA - Program BBM Satu Harga yang dimulai pada 2017 lalu, kini telah tersedia di 297 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, 287 titik di antaranya dikelola oleh Pertamina. Terbaru, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, didampingi Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Erika Retnowati, Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Mulyono, serta Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution, meresmikan secara serentak 17 titik BBM satu harga yang dipusatkan di SPBU 56.83515, Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB pada Kamis (16/9).
Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam peresmian tersebut mengungkapkan, Program BBM 1 Harga yang dimulai pada 2017 yang lalu adalah salah satu butir Nawa Cita dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan. Ketersediaan energi yang terjangkau sangat penting untuk mendorong perekonomian masyarakat.
“Menjadi sangat penting bagaimana kita membangun infrastruktur energi terjangkau yang bisa dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat sehingga dapat mendorong produktivitas dan perekonomian di daerah tersebut. Kami apresiasi Pertamina karena secara bertahap dan konsisten melaksanakan Program BBM Satu Harga serta kepada BPH Migas yang terus mengawal program ini, 17 titik BBM Satu Harga terbaru ini tentu bisa menjadi pendorong agar kerja sama Pertamina dengan ESDM dan BPH Migas bisa ditingkatkan lagi sehingga masyarakat di pelosok bisa mendapatkan BBM dengan harga yang wajar,” kata Arifin dalam sambutannya.
Pertamina menargetkan 583 lembaga penyalur BBM Satu Harga hingga 2024 dan untuk mencapai itu masih banyak tantangan untuk mewujudkan energi berkeadilan ini, maka dari itu sangat diperlukan sinergi dari semua pihak.
“Jadi masih diperlukan 80 – 100 titik per tahun, ini perlu upaya keras dan tentunya dengan tantangan penyaluran yang tidak mudah ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Tapi ini harus dilakukan karena ini adalah niat dan tugas mulia, bagaimana masyarakat di wilayah 3T dapat menikmati kesetaraan dan BBM berkualitas dengan harga terjangkau. Ini adalah wujud sila ke-5 Pancasila,” ujar Arifin
Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam peresmian tersebut mengungkapkan, Program BBM 1 Harga yang dimulai pada 2017 yang lalu adalah salah satu butir Nawa Cita dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan. Ketersediaan energi yang terjangkau sangat penting untuk mendorong perekonomian masyarakat.
“Menjadi sangat penting bagaimana kita membangun infrastruktur energi terjangkau yang bisa dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat sehingga dapat mendorong produktivitas dan perekonomian di daerah tersebut. Kami apresiasi Pertamina karena secara bertahap dan konsisten melaksanakan Program BBM Satu Harga serta kepada BPH Migas yang terus mengawal program ini, 17 titik BBM Satu Harga terbaru ini tentu bisa menjadi pendorong agar kerja sama Pertamina dengan ESDM dan BPH Migas bisa ditingkatkan lagi sehingga masyarakat di pelosok bisa mendapatkan BBM dengan harga yang wajar,” kata Arifin dalam sambutannya.
Pertamina menargetkan 583 lembaga penyalur BBM Satu Harga hingga 2024 dan untuk mencapai itu masih banyak tantangan untuk mewujudkan energi berkeadilan ini, maka dari itu sangat diperlukan sinergi dari semua pihak.
“Jadi masih diperlukan 80 – 100 titik per tahun, ini perlu upaya keras dan tentunya dengan tantangan penyaluran yang tidak mudah ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Tapi ini harus dilakukan karena ini adalah niat dan tugas mulia, bagaimana masyarakat di wilayah 3T dapat menikmati kesetaraan dan BBM berkualitas dengan harga terjangkau. Ini adalah wujud sila ke-5 Pancasila,” ujar Arifin
Lihat Juga :