BMKG: September Masa Transisi, Intensitas Hujan Akan Meningkat di Oktober
Kamis, 16 September 2021 - 11:09 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan pada bulan September ini masih masa transisi musim kemarau ke musim penghujan. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan pada bulan September ini masih masa transisi musim kemarau ke musim penghujan. BMKG pun memprediksi intensitas hujan akan meningkat pada bulan Oktober mendatang.
“Nah, saat ini masih awal. Masih transisi, nanti bulan berikutnya Oktober itu intensitas hujan akan semakin meningkat karena semakin masuk ke musim hujan. Dan puncak dari musim hujan ini diprediksi akan terjadi di bulan Januari hingga Februari,” kata Dwikorita dalam keterangannya, dikutip dari media sosial resmi BMKG, Kamis (16/9/2021).
Dwikorita pun mengungkapkan puncak musim penghujan di Indonesia akan terjadi pada Januari hingga Februari. “Sehingga trennya secara umum, kalau berdasarkan analisis prakiraan musim untuk akhir bulan ini sampai Januari, Februari itu tren yang curah hujan akan semakin meningkat, terutama curah hujan bulanan,” katanya.
Baca juga: Cerita Suroto Bertemu Jokowi di Istana: Saya Minta Maaf, Beliau Berterima Kasih
Selain itu, Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini potensi cuaca ekstrem di Indonesia terus bergerak. Cuaca ekstrem ini, juga dipengaruhi oleh adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).
“Nah, saat ini masih awal. Masih transisi, nanti bulan berikutnya Oktober itu intensitas hujan akan semakin meningkat karena semakin masuk ke musim hujan. Dan puncak dari musim hujan ini diprediksi akan terjadi di bulan Januari hingga Februari,” kata Dwikorita dalam keterangannya, dikutip dari media sosial resmi BMKG, Kamis (16/9/2021).
Dwikorita pun mengungkapkan puncak musim penghujan di Indonesia akan terjadi pada Januari hingga Februari. “Sehingga trennya secara umum, kalau berdasarkan analisis prakiraan musim untuk akhir bulan ini sampai Januari, Februari itu tren yang curah hujan akan semakin meningkat, terutama curah hujan bulanan,” katanya.
Baca juga: Cerita Suroto Bertemu Jokowi di Istana: Saya Minta Maaf, Beliau Berterima Kasih
Selain itu, Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini potensi cuaca ekstrem di Indonesia terus bergerak. Cuaca ekstrem ini, juga dipengaruhi oleh adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).
Lihat Juga :