Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan, Kepala BMKG Ungkap Penyebabnya
Kamis, 16 September 2021 - 10:29 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan penyebab terjadinya cuaca ekstrem di Indonesia. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan potensi terjadi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan di wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa dan Sumatra. Potensi terjadi cuaca ekstrem itu tidak hanya di wilayah Jabodetabek.
“Sebetulnya tidak hanya di Jakarta atau juga Jabodetabek, tetapi juga Banten kemudian sebagian Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Dan sebetulnya di Sumatra seperti di Jambi, Riau, Sumatra Selatan, dan Lampung juga berpotensi harus diwaspadai,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, dikutip dari media sosial resmi BMKG , Kamis (16/9/2021).
Dwikorita pun mengungkapkan penyebab terjadinya cuaca ekstrem di Indonesia. “Hal ini dipengaruhi oleh adanya fenomena Madden Julian Oscillation. Dan gelombang di ekuator yang terjadi akibat adanya perbedaan tekanan antara Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik dan kepulauan Indonesia,” katanya.
“Sehingga terjadilah pergerakan awan-awan kumpulan, awan-awan hujan dari Samudra Hindia menuju ke Samudra Pasifik melintasi kepulauan Indonesia dan selama kurang lebih dari 1 minggu ini awan-awan tersebut sudah memasuki wilayah Indonesia terutama di bagian barat, nanti bergerak ke tengah dan akhirnya menuju ke timur dan meninggalkan Indonesia,” papar Dwikorita.
Baca juga: Cerita Suroto Bertemu Jokowi di Istana: Saya Minta Maaf, Beliau Berterima Kasih
“Sebetulnya tidak hanya di Jakarta atau juga Jabodetabek, tetapi juga Banten kemudian sebagian Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Dan sebetulnya di Sumatra seperti di Jambi, Riau, Sumatra Selatan, dan Lampung juga berpotensi harus diwaspadai,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, dikutip dari media sosial resmi BMKG , Kamis (16/9/2021).
Dwikorita pun mengungkapkan penyebab terjadinya cuaca ekstrem di Indonesia. “Hal ini dipengaruhi oleh adanya fenomena Madden Julian Oscillation. Dan gelombang di ekuator yang terjadi akibat adanya perbedaan tekanan antara Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik dan kepulauan Indonesia,” katanya.
“Sehingga terjadilah pergerakan awan-awan kumpulan, awan-awan hujan dari Samudra Hindia menuju ke Samudra Pasifik melintasi kepulauan Indonesia dan selama kurang lebih dari 1 minggu ini awan-awan tersebut sudah memasuki wilayah Indonesia terutama di bagian barat, nanti bergerak ke tengah dan akhirnya menuju ke timur dan meninggalkan Indonesia,” papar Dwikorita.
Baca juga: Cerita Suroto Bertemu Jokowi di Istana: Saya Minta Maaf, Beliau Berterima Kasih
Lihat Juga :