Penghentian Proyek Pesawat Habibie Perlu Pertimbangkan Sistem Pertahanan
Minggu, 31 Mei 2020 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Komisi I DPR ini melanjutkan, pertimbangan dampak ekonomi yang dikemukakan pemerintah harus juga diiringi dengan pertimbangan pelaksanaan strategi pertahanan yang komprehensif. Dia mengatakan, negara-negara yang sekarang adi daya di bidang ekonomi mengembangkan industrinya juga dengan pertimbangan pertahanan bangsanya dari ancaman bangsa lain, dari kelaparan, dari bencana dan lainnya.
"Sebenarnya kita bisa banyak belajar dari Pandemi Covid 19 ini bagaimana Industri yang hanya mengedepankan ekonomi terguncang hebat, dan dampaknya sangat besar bagi pertahanan dalam negerinya. Kawasan Industri, Sumber Enegeri, Konektivitas, Industri Pangan, Industri Telekomunikasi itu semua tidak bisa dilepas dari sisi pertahanan. Maka penting pertimbangan pertahanan ini," ucapnya.
Dia menegaskan, dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang terdisrupsi saat ini, pentingnya pemerintah untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri. Karena itu Willy menyarankan agar pertimbangan penggunaan sumber daya lokal menjadi prioritas pertama.
Untuk itu industri-industri yang sarat bahan baku impor harus benar-benar dipilih sebagai proyek strategis jika memang berdampak pada ekonomi dan stragis juga dalam sisi pertahanan. "Mengganti industri pesawat menjadi drone itu bisa jadi strategis dengan pertimbangan bahwa drone dengan teknologi tinggi akan dapat berguna bagi pertahanan, pertanian, dan aktivitas ekonomi kelautan," tuturnya.
"Dia bisa jadi PSN dengan pertimbangan bahwa bahan bakunya juga sudah ada di dalam negeri dan SDM kita sangat mumpuni untuk mengembangkannya, serta biaya ekonomisnya juga tinggi. Tidak harus dipertentangkan di antara pesawat atau drone. Bisa jadi nanti setelah ekonomi dunia juga membaik proyek pesawat ini kembali dikembangkan dalam kecepatan maksimum," sambungnya.
"Sebenarnya kita bisa banyak belajar dari Pandemi Covid 19 ini bagaimana Industri yang hanya mengedepankan ekonomi terguncang hebat, dan dampaknya sangat besar bagi pertahanan dalam negerinya. Kawasan Industri, Sumber Enegeri, Konektivitas, Industri Pangan, Industri Telekomunikasi itu semua tidak bisa dilepas dari sisi pertahanan. Maka penting pertimbangan pertahanan ini," ucapnya.
Dia menegaskan, dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang terdisrupsi saat ini, pentingnya pemerintah untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri. Karena itu Willy menyarankan agar pertimbangan penggunaan sumber daya lokal menjadi prioritas pertama.
Untuk itu industri-industri yang sarat bahan baku impor harus benar-benar dipilih sebagai proyek strategis jika memang berdampak pada ekonomi dan stragis juga dalam sisi pertahanan. "Mengganti industri pesawat menjadi drone itu bisa jadi strategis dengan pertimbangan bahwa drone dengan teknologi tinggi akan dapat berguna bagi pertahanan, pertanian, dan aktivitas ekonomi kelautan," tuturnya.
"Dia bisa jadi PSN dengan pertimbangan bahwa bahan bakunya juga sudah ada di dalam negeri dan SDM kita sangat mumpuni untuk mengembangkannya, serta biaya ekonomisnya juga tinggi. Tidak harus dipertentangkan di antara pesawat atau drone. Bisa jadi nanti setelah ekonomi dunia juga membaik proyek pesawat ini kembali dikembangkan dalam kecepatan maksimum," sambungnya.
Lihat Juga :