Pemerintah Diingatkan Antisipasi Varian Baru Virus Corona C.1.2

Rabu, 15 September 2021 - 04:29 WIB
loading...
Pemerintah Diingatkan...
Pandemi virus Corona (Covid-19) diyakini virus ini bakal terus bermutasi, maka dari itu masyarakat diharapkan tidak menurunkan kewaspadaannya. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) diyakini virus ini bakal terus bermutasi, maka dari itu masyarakat diharapkan tidak menurunkan kewaspadaannya akan potensi meningkatnya jumlah korban akibat virus Corona ini.

Baca juga: Tak Hanya Cegah Corona, Vaksin Covid-19 Baik untuk Kesehatan Mental

Epidemilog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memperkirakan, akan ada beberapa varian Covid-19 yang lebih berbahaya dari varian Delta. Indikasinya dengan ditemukannya varian C.1.2 di Afrika Selatan pada Mei 2021.

Baca juga: Update Corona 13 September 2021: 4.170.088 Positif, 3.931.277 Sembuh, 139.165 Meninggal

"Varian ini berpotensi mengalahkan Delta. Ini karena semua mutasi dari Alpha, Beta, Delta, Gamma, ada di varian 1.2," kata Dicky dalam webinar Alinea Forum bertema 'Waspada Masa Krisis Pandemi Covid-19 Belum Berakhir', Selasa (14/9/2021).

Dicky pun mengingatkan pemerintah, untuk bersiap dan berupaya mencegah masuknya varian tersebut. Di sisi lain, mulai bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 karena tampaknya pandemi ini masih panjang.

Dijelaskan Dicky, pemberlakuan PPKM berlevel juga dianggapnya suatu strategi yang tepat. Saat ini, WHO sedang membuat strategi yang mirip dengan PPKM level.

Hal ini menjadi penjaga gawang selama masih merebaknya pandemi dan harus dipahami oleh semua pihak. Serta menjadi kewajiban pemerintah untuk menjelaskan kepada masyarakat.

"PPKM ini tidak mematikan ekonomi, kecuali kalau level empat. Inilah yang harus disampaikan kepada publik," jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menegaskan, tidak ada satupun epidemilog yang bisa memastikan kapan pandemi berakhir.

"Tidak ada orang yang kami tinggalkan selama pandemi ini. Jadi harapannya, tidak hanya 11 juta penduduk DKI, tetapi 14 juta penduduk yang beraktivitas di DKI di siang hari sudah lengkap vaksinasi dua dosis sehingga herd immunity dapat tercapai," ujarnya.

Selain itu juga akan mendorong pemerintah pusat memberikan vaksinasi anak di bawah umur 12 tahun. Apalagi, China sudah memberikan vaksinasi untuk anak usia tiga tahun dengan menggunakan vaksin Sinovac. Sementara Chile untuk anak usia enam tahun.

Mereka yang telah mendapatkan vaksinasi, diminta mendisiplinkan diri dan memperketat protokol kesehatan. Jangan lengah dan kendor, karena Covid-19 masih mengancam.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Rudy Susmanto Raih Penghargaan...
Rudy Susmanto Raih Penghargaan Bergengsi dalam Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Per Juli 2024, Pemerintah...
Per Juli 2024, Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp266,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved