Wacana 3 Periode Disebut Pernah Muncul di Era SBY
Senin, 13 September 2021 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
"Saya memang pegawai negeri sipil, LIPI, tapi kita jalan dari kantor LIPI ke Senayan untuk mengatakan pergantian kepemimpinan nasional karena dianggap sudah sangat luar biasa KKN kita waktu itu dan sebagainya, sehingga kita merasakan nuansa gerakan reformasi tahun 1998," tambahnya.
Perempuan yang akrab disapa Wiwiek ini melanjutkan, salah satu tujuan gerakan reformasi adalah menciptakan sirkulasi kepemimpinan yang terukur dan pasti. Menurutnya, isu ini juga pernah bergulir di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hanya saja wacana itu muncul jelang SBY memasuki periode kedua.
"Saya pernah ditanya, baru muncul keinginan untuk tiga periode beberapa bulan lalu, di salah satu media mainstream dan saya katakan ini muncul lagi model seperti ini dan itu yang munculkan juga ya Mas Benny ketika Pak SBY menuju periode kedua," ungkapnya.
"Waktu itu oleh kader Partai Demokrat sendiri tapi lalu tidak terlalu panjang diskusinya waktu itu dan tentu ada resistensi dari publik, dari masyarakat, dan tidak jadi akhirnya," imbuhnya.
Menurut Wiwiek, dalam sistem demokrasi yang disepakati dan dijalankan sejak tahun 1998 itu, diperlukan konsistensi dan komitmen semua komponen bangsa, termasuk oleh elite-elite ini harus terikat dengan komitmen itu, bukan malah membuat ricuh, membuat gaduh dan membuat kebingungan.
Dia menegaskan, tidak hanya pemilu, ukuran aturan hukum juga harus diikuti dan ditaati agar jabatan publik itu tidak diisi orang yang sama dalam waktu terlalu lama. Jadi, pemilu itu tujuannya supaya ada sirkulasi kepemimpinan nasional.
Perempuan yang akrab disapa Wiwiek ini melanjutkan, salah satu tujuan gerakan reformasi adalah menciptakan sirkulasi kepemimpinan yang terukur dan pasti. Menurutnya, isu ini juga pernah bergulir di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hanya saja wacana itu muncul jelang SBY memasuki periode kedua.
"Saya pernah ditanya, baru muncul keinginan untuk tiga periode beberapa bulan lalu, di salah satu media mainstream dan saya katakan ini muncul lagi model seperti ini dan itu yang munculkan juga ya Mas Benny ketika Pak SBY menuju periode kedua," ungkapnya.
"Waktu itu oleh kader Partai Demokrat sendiri tapi lalu tidak terlalu panjang diskusinya waktu itu dan tentu ada resistensi dari publik, dari masyarakat, dan tidak jadi akhirnya," imbuhnya.
Menurut Wiwiek, dalam sistem demokrasi yang disepakati dan dijalankan sejak tahun 1998 itu, diperlukan konsistensi dan komitmen semua komponen bangsa, termasuk oleh elite-elite ini harus terikat dengan komitmen itu, bukan malah membuat ricuh, membuat gaduh dan membuat kebingungan.
Dia menegaskan, tidak hanya pemilu, ukuran aturan hukum juga harus diikuti dan ditaati agar jabatan publik itu tidak diisi orang yang sama dalam waktu terlalu lama. Jadi, pemilu itu tujuannya supaya ada sirkulasi kepemimpinan nasional.
Lihat Juga :