PKB Trauma Sejarah Gus Dur Dijatuhkan MPR
Sabtu, 11 September 2021 - 13:35 WIB
loading...
Wacana amendemen UUD 1945 yang berkembang membuat PKB teringat pada peristiwa Gus Dur dilengserkan dalam Sidang Istimewa MPR.Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wacana amendemen UUD 1945 yang berkembang untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi 3 periode membuat PKB teringat pada peristiwa Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) dilengserkan dalam Sidang Istimewa MPR. Bagi PKB, itu merupakan trauma tersendiri.
“Bagi PKB ini, PKB ini pernah mengalami trauma terhadap konstitusi sebenarnya, ketika Presiden Gus Dur dijatuhkan oleh MPR. Artinya ketika itu masyarakat Indonesia ini juga mendengar suara-suara dari kami ketika itu, maka berjalannya yang dianggap dengan Sidang Istimewa MPR. Soal konstitusionalnya nanti dibahas, trauma menurut saya begitu, bukan hanya bagi PKB tapi pemegang konstitusi termasuk MPR,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid dalam Polemik Trijaya yang bertajuk “Amandemen UUD 1945, Untuk Apa”, Sabtu (11/9/2021).
Karenanya, Jazilul melanjutkan, ketika ada kelompok-kelompok yang menyampaikan 3 periode dan lain-lain, PKB menganggap hal biasa, karena dinamika seperti itu sudah pernah dialami PKB, bahkan dinamika terburuk. Semua tahu bagaimana ketika itu, apakah sidang istimewa kala itu konstitusional. Dan jika melihat peta koalisi di DPR, apa pun yang diinginkan pemerintah atau DPR pasti terjadi.
“Itulah yang saya lihat hari ini faktanya di DPR, itu sudah mayoritas koalisi dengan pemerintah, kalau kita hanya menggunakan angka-angka dan formal, maka apa pun yang diinginkan oleh pemerintah dan DPR pasti terjadi, tetapi ini demokrasi ini bukan hanya formalistik-formalistik saja, ada etika di dalam demokrasi,” terangnya.
Baca: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Sebut Tak Ada Pembahasan dan Lobi-Lobi Soal Presiden Tiga Periode
Untuk itu, Wakil Ketua MPR ini menegaskan, jangan bicara soal etika politik saja, karena toh dalam sepenggal sejarah Indonesia, masyarakat semuanya, bahkan para tokoh-tokoh ketika itu juga tidak menggunakan etika.
“Itulah yang saya maksud dengan dinamika, itu biasa, enggak usah merasa terlalu paling benar, semua ada mekanismenya dalam konstitusi. Dan kebenaran dalam politik diuji pada kekuatannya, itulah yang saya sebut demokrasi,” tegas Jazilul.
“Bagi PKB ini, PKB ini pernah mengalami trauma terhadap konstitusi sebenarnya, ketika Presiden Gus Dur dijatuhkan oleh MPR. Artinya ketika itu masyarakat Indonesia ini juga mendengar suara-suara dari kami ketika itu, maka berjalannya yang dianggap dengan Sidang Istimewa MPR. Soal konstitusionalnya nanti dibahas, trauma menurut saya begitu, bukan hanya bagi PKB tapi pemegang konstitusi termasuk MPR,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid dalam Polemik Trijaya yang bertajuk “Amandemen UUD 1945, Untuk Apa”, Sabtu (11/9/2021).
Karenanya, Jazilul melanjutkan, ketika ada kelompok-kelompok yang menyampaikan 3 periode dan lain-lain, PKB menganggap hal biasa, karena dinamika seperti itu sudah pernah dialami PKB, bahkan dinamika terburuk. Semua tahu bagaimana ketika itu, apakah sidang istimewa kala itu konstitusional. Dan jika melihat peta koalisi di DPR, apa pun yang diinginkan pemerintah atau DPR pasti terjadi.
“Itulah yang saya lihat hari ini faktanya di DPR, itu sudah mayoritas koalisi dengan pemerintah, kalau kita hanya menggunakan angka-angka dan formal, maka apa pun yang diinginkan oleh pemerintah dan DPR pasti terjadi, tetapi ini demokrasi ini bukan hanya formalistik-formalistik saja, ada etika di dalam demokrasi,” terangnya.
Baca: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Sebut Tak Ada Pembahasan dan Lobi-Lobi Soal Presiden Tiga Periode
Untuk itu, Wakil Ketua MPR ini menegaskan, jangan bicara soal etika politik saja, karena toh dalam sepenggal sejarah Indonesia, masyarakat semuanya, bahkan para tokoh-tokoh ketika itu juga tidak menggunakan etika.
“Itulah yang saya maksud dengan dinamika, itu biasa, enggak usah merasa terlalu paling benar, semua ada mekanismenya dalam konstitusi. Dan kebenaran dalam politik diuji pada kekuatannya, itulah yang saya sebut demokrasi,” tegas Jazilul.
Lihat Juga :