Pemilih PAN Dinilai Bisa Beralih ke Partai Ummat dan PKS
Senin, 06 September 2021 - 16:45 WIB
loading...
Masuknya PAN ke dalam koalisi pemerintah dinilai bisa berimbas pada perolehan suaranya. FOTO:Dok SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi pemerintah dinilai bisa berimbas pada perolehan suaranya. Para pemilih PAN diprediksi bisa beralih ke Partai Ummat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) .
“Yang dekat dan memungkinkan bisa beralih ke Partai Ummat dan PKS,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Senin (6/9/2021).
Namun, hal itu tidak akan terjadi jika partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu masih dekat dengan Muhammadiyah . “Maka pemilih grass root Muhammadiyah bisa ke PAN lagi. Namun jika PAN tak bisa bergandengan tangan dengan Muhammadiyah, maka suaranya bisa lari,” pungkas pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini.
Baca: PAN Resmi Gabung Barisan Koalisi Pemerintah, Tidak Ada Kader yang Menolak
Sekadar diketahui, Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II beberapa hari lalu menyetujui PAN bergabung dengan koalisi pemerintah Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin. “Dalam rangka memberikan kebaikan dan membawa manfaat buat masyarakat, bangsa dan negara,” kata Wakil Ketua Umum sekaligus Juru Bicara DPP PAN Viva Yoga Mauladi setelah Rakernas digelar di Rumah PAN, Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: Diajak Rapat Koalisi Pemerintah, Ketum PAN Zulkifli Hasan Ngaku Canggung
Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beserta Sekretaris Jenderalnya, Eddy Soeparno ikut hadir dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan para petinggi partai politik koalisi di Istana Kepresidenan pada Rabu (25/8’2021) lalu. Sementara itu, Partai Ummat merupakan partai barunya Amien Rais . Sedangkan PKS adalah satu diantara partai yang berada di luar pemerintahan.
“Yang dekat dan memungkinkan bisa beralih ke Partai Ummat dan PKS,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Senin (6/9/2021).
Namun, hal itu tidak akan terjadi jika partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu masih dekat dengan Muhammadiyah . “Maka pemilih grass root Muhammadiyah bisa ke PAN lagi. Namun jika PAN tak bisa bergandengan tangan dengan Muhammadiyah, maka suaranya bisa lari,” pungkas pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini.
Baca: PAN Resmi Gabung Barisan Koalisi Pemerintah, Tidak Ada Kader yang Menolak
Sekadar diketahui, Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II beberapa hari lalu menyetujui PAN bergabung dengan koalisi pemerintah Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin. “Dalam rangka memberikan kebaikan dan membawa manfaat buat masyarakat, bangsa dan negara,” kata Wakil Ketua Umum sekaligus Juru Bicara DPP PAN Viva Yoga Mauladi setelah Rakernas digelar di Rumah PAN, Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: Diajak Rapat Koalisi Pemerintah, Ketum PAN Zulkifli Hasan Ngaku Canggung
Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beserta Sekretaris Jenderalnya, Eddy Soeparno ikut hadir dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan para petinggi partai politik koalisi di Istana Kepresidenan pada Rabu (25/8’2021) lalu. Sementara itu, Partai Ummat merupakan partai barunya Amien Rais . Sedangkan PKS adalah satu diantara partai yang berada di luar pemerintahan.
(rca)
Lihat Juga :