Menteri LHK: Indonesia Kerja Keras Wujudkan Komitmen Atasi Sampah Plastik
Senin, 06 September 2021 - 07:27 WIB
loading...
Menteri LHK, Siti Nurbaya menjadi pembicara dalam acara High Level Dialogue atas undangan United Nations Environmental Program (UNEP) yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (2/9/2021) lalu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan Indonesia pada berbagai strata pemerintahan bekerja mewujudkan komitmen global dalam penanggulangan polusi plastik .
Hal itu disampikan Siti Nurbaya ketika menjadi salah satu pembicara dalam acara High Level Dialogue atas undangan United Nations Environmental Program (UNEP) yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (2/9/2021) lalu. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Ministerial Conference on Marine Litter and Plastic Pollution dipimpin oleh para convener dari Ekuador, Jerman, Ghana, dan Vietnam, dan diikuti oleh 40 pejabat setingkat menteri/wakil menteri bidang lingkungan hidup dan kehutanan, 16 duta besar, serta berbagai pemimpin entitas PBB dan lembaga internasional pemerhati lingkungan. Baca juga: KLHK Siapkan Rencana Operasional Indonesia FOLU Net Sink 2030
Menteri Siti juga menjelaskan tentang langkah penanganan sampah laut, kehadiran Pusat Pengembangan Kapasitas Kebersihan Laut di Bali, tentang berlakunya Extended Producer Responsibility, dan telah dimulainya langkah pendekatan ekonomi sirkular.
"Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja global penanggulangan sampah laut dan polusi plastik yang sedang berlangsung," ujarnya.
Pertemuan ini bertujuan untuk menginisiasi platform negosiasi berdasarkan mandat United Nations Environment Assembly (UNEA) 3/7 dan 4/6, dari UNEA 3 dan UNEA 4 mengenai penanganan sampah laut dan mikro-plastik.
Hal itu disampikan Siti Nurbaya ketika menjadi salah satu pembicara dalam acara High Level Dialogue atas undangan United Nations Environmental Program (UNEP) yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (2/9/2021) lalu. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Ministerial Conference on Marine Litter and Plastic Pollution dipimpin oleh para convener dari Ekuador, Jerman, Ghana, dan Vietnam, dan diikuti oleh 40 pejabat setingkat menteri/wakil menteri bidang lingkungan hidup dan kehutanan, 16 duta besar, serta berbagai pemimpin entitas PBB dan lembaga internasional pemerhati lingkungan. Baca juga: KLHK Siapkan Rencana Operasional Indonesia FOLU Net Sink 2030
Menteri Siti juga menjelaskan tentang langkah penanganan sampah laut, kehadiran Pusat Pengembangan Kapasitas Kebersihan Laut di Bali, tentang berlakunya Extended Producer Responsibility, dan telah dimulainya langkah pendekatan ekonomi sirkular.
"Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja global penanggulangan sampah laut dan polusi plastik yang sedang berlangsung," ujarnya.
Pertemuan ini bertujuan untuk menginisiasi platform negosiasi berdasarkan mandat United Nations Environment Assembly (UNEA) 3/7 dan 4/6, dari UNEA 3 dan UNEA 4 mengenai penanganan sampah laut dan mikro-plastik.
Lihat Juga :