Kena Stroke dan Gangguan Napas, KSAD Bolehkan 2 Pamen Ikuti Seskoad secara Virtual
Minggu, 05 September 2021 - 09:49 WIB
loading...
Mayor Simbolon yang terkena store saat baru sepekan mengikuti pendidikan seskoad. Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Penyakit yang diderita tak menjadikan dua perwira menengah ( pamen ) TNI AD, Mayor Inf Simbolon Letkol Cpl Satata, menyerah untuk menyelesaikan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).
"Ada juga rekan kita yang lain, yang sangat dibatasi oleh kondisi fisiknya, penyakitnya, tetapi masih rajin mengikuti pelajaran dan lulus. Tidak ada yang tidak mungkin ya, tidak ada yang tidak mungkin. Selama ada kemauan bisa," ujar Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam tayangan video TNI AD dikutip Minggu (5/9/2021).
Mayor Simbolon terserang stroke ringan saat baru satu minggu dia mengikuti pendidikan. Ketika mengikuti seleksi hingga dinyatakan lulus, raganya masih amat sehat. Lambat laun kondisinya memburuk. Saat tak lagi memungkinkan, Simbolon langsung berkomunikasi dengan sang istri untuk membawanya ke rumah sakit.
Ternyata pihak rumah sakit mengharuskan dia diinfus selama tiga hari. "Wah jangan, (diinfus tiga hari) nanti siang saya mau kembali. Karena laptop masih di kampus," tutur Simbolon.
Baca juga: Mimpi Menjadi Kolonel TNI AD Itu Akhirnya Terwujud Setahun Menjelang Pensiun
"Ada juga rekan kita yang lain, yang sangat dibatasi oleh kondisi fisiknya, penyakitnya, tetapi masih rajin mengikuti pelajaran dan lulus. Tidak ada yang tidak mungkin ya, tidak ada yang tidak mungkin. Selama ada kemauan bisa," ujar Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam tayangan video TNI AD dikutip Minggu (5/9/2021).
Mayor Simbolon terserang stroke ringan saat baru satu minggu dia mengikuti pendidikan. Ketika mengikuti seleksi hingga dinyatakan lulus, raganya masih amat sehat. Lambat laun kondisinya memburuk. Saat tak lagi memungkinkan, Simbolon langsung berkomunikasi dengan sang istri untuk membawanya ke rumah sakit.
Ternyata pihak rumah sakit mengharuskan dia diinfus selama tiga hari. "Wah jangan, (diinfus tiga hari) nanti siang saya mau kembali. Karena laptop masih di kampus," tutur Simbolon.
Baca juga: Mimpi Menjadi Kolonel TNI AD Itu Akhirnya Terwujud Setahun Menjelang Pensiun
Lihat Juga :