Menko PMK Ingatkan Dai Muhammadiyah untuk Kuasai Bisnis dan IT
Minggu, 05 September 2021 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Muhadjir mengingatkan medan dakwah yang sekarang ini harus dihadapi para dai adalah medan virtual atau dunia maya. Di sisi lain, saat ini juga berkembang konflik yang lebih bersifat asimetris.
"Sekarang untuk berkonflik bukan lagi menghitung kekuatan-kekuatan yang sifatnya fisikal tetapi justru kekuatan-kekuatan yang berbasis pengetahuan, berbasis teknologi terutama teknologi IT. Dengan fenomena industri 4.0, itu mutlak harus dikuasai oleh pada dai-dai Muhammadiyah," cetusnya dalam acara virtual itu.
Baca juga: Menko PMK Akui Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Masih Kurang Baik
Ia mengutarakan, piranti IT yang harus dikuasai oleh para dai antara lain tentang virtual reality, kemampuan memperagakan reality dan mengoperasikan internet, serta harus mampu memproduksi konten-konten di berbagai platform media sosial dan media online.
Terlebih, kata Menko PMK, yang harus dipahami ialah banyaknya musuh-musuh yang harus diperangi dalam mewujudkan perdamaian melalui dunia maya. Lawan yang paling berbahaya misalnya seperti ujaran kebencian, hasutan, hingga caci maki, dan pembunuhan karakter.
"Hal-hal inilah yang tentu saja harus dimiliki oleh semua dai, bukan hanya dai Muhammadiyah khususnya dai yang akan fokus pada dakwah perdamaian," tegas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.
"Sekarang untuk berkonflik bukan lagi menghitung kekuatan-kekuatan yang sifatnya fisikal tetapi justru kekuatan-kekuatan yang berbasis pengetahuan, berbasis teknologi terutama teknologi IT. Dengan fenomena industri 4.0, itu mutlak harus dikuasai oleh pada dai-dai Muhammadiyah," cetusnya dalam acara virtual itu.
Baca juga: Menko PMK Akui Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Masih Kurang Baik
Ia mengutarakan, piranti IT yang harus dikuasai oleh para dai antara lain tentang virtual reality, kemampuan memperagakan reality dan mengoperasikan internet, serta harus mampu memproduksi konten-konten di berbagai platform media sosial dan media online.
Terlebih, kata Menko PMK, yang harus dipahami ialah banyaknya musuh-musuh yang harus diperangi dalam mewujudkan perdamaian melalui dunia maya. Lawan yang paling berbahaya misalnya seperti ujaran kebencian, hasutan, hingga caci maki, dan pembunuhan karakter.
"Hal-hal inilah yang tentu saja harus dimiliki oleh semua dai, bukan hanya dai Muhammadiyah khususnya dai yang akan fokus pada dakwah perdamaian," tegas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.
Lihat Juga :