Gedung Pancasila, Saksi Sejarah Lahirnya Dasar Negara Indonesia
Sabtu, 04 September 2021 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Nah, awalnya gedung itu adalah kediaman Panglima Angkatan Perang Kerajaan Belanda di Hindia Belanda, sekaligus merangkap sebagai Letnan Gubernur Jenderal. Lantaran rumah kediaman panglima itu dijual, maka perlu dibangun sebuah rumah baru. Selanjutnya, gedung tersebut dibangun di atas sebuah taman yang indah yang kemudian dikenal dengan Taman Hertog.
Sedangkan nama itu berasal dari Hertog van Saksen Weimar yang menjabat sebagai Panglima dari tahun 1848-1851. Kemudian, nama itu berganti menjadi Taman Pejambon. Sebuah kompleks militer juga terdapat di sekitar Pejambon dahulu. Hingga tahun 1916, Panglima berdiam di Taman Hertog. Selanjutnya, Departemen Urusan Peperangan Hindia Belanda dipindahkan ke Bandung yang diikuti juga dengan kepindahan Panglima ke kota tersebut pada tahun 1914-1917.
Nama sebelumnya adalah Gedung Volksraad. Adalah Gubernur Jenderal Limburg Stirum yang meresmikan sebagai Gedung Volksraad pada Mei 1918. Terdapat catatan bahwa Volksraad pernah digunakan juga sebagai tempat pertemuan para anggota Dewan Pemerintahan Hindia Belanda (Raad van Indie), dalam katalog Pameran Peringatan Hari Ulang Tahun ke-300 Kota Batavia yang diselenggarakan di musium di Amsterdam pada bulan Juni dan Juli 1919.
Kemudian pemerintah membangun gedung tersendiri untuk Raad van Indie yaitu gedung yang ada di sebelah barat gedung Volksraad di Pejambon Nomor 2. Adapun Volksraad merupakan sebuah dewan yang wewenangnya sangat terbatas. Dewan semula hanya diberi hak untuk memberi nasehat kepada pemerintah, namun pada 1927 dewan rakyat itu diberi wewenang untuk membuat Undang-Undang bersama-sama dengan Gubernur Jenderal.
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda berkuasa di Indonesia, sejumlah bangunan gedung pemerintahan didirikan di sekitar kawasan yang kini disebut sebagai Taman Pejambon dan Lapangan Banteng di Jakarta. Nama Gedung Pancasila semakin dikenal ketika pada tanggal 1 Juni 1964 di Departemen Luar Negeri diperingati secara nasional hari lahirnya Pancasila yang dihadiri oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Sedangkan nama itu berasal dari Hertog van Saksen Weimar yang menjabat sebagai Panglima dari tahun 1848-1851. Kemudian, nama itu berganti menjadi Taman Pejambon. Sebuah kompleks militer juga terdapat di sekitar Pejambon dahulu. Hingga tahun 1916, Panglima berdiam di Taman Hertog. Selanjutnya, Departemen Urusan Peperangan Hindia Belanda dipindahkan ke Bandung yang diikuti juga dengan kepindahan Panglima ke kota tersebut pada tahun 1914-1917.
Nama sebelumnya adalah Gedung Volksraad. Adalah Gubernur Jenderal Limburg Stirum yang meresmikan sebagai Gedung Volksraad pada Mei 1918. Terdapat catatan bahwa Volksraad pernah digunakan juga sebagai tempat pertemuan para anggota Dewan Pemerintahan Hindia Belanda (Raad van Indie), dalam katalog Pameran Peringatan Hari Ulang Tahun ke-300 Kota Batavia yang diselenggarakan di musium di Amsterdam pada bulan Juni dan Juli 1919.
Kemudian pemerintah membangun gedung tersendiri untuk Raad van Indie yaitu gedung yang ada di sebelah barat gedung Volksraad di Pejambon Nomor 2. Adapun Volksraad merupakan sebuah dewan yang wewenangnya sangat terbatas. Dewan semula hanya diberi hak untuk memberi nasehat kepada pemerintah, namun pada 1927 dewan rakyat itu diberi wewenang untuk membuat Undang-Undang bersama-sama dengan Gubernur Jenderal.
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda berkuasa di Indonesia, sejumlah bangunan gedung pemerintahan didirikan di sekitar kawasan yang kini disebut sebagai Taman Pejambon dan Lapangan Banteng di Jakarta. Nama Gedung Pancasila semakin dikenal ketika pada tanggal 1 Juni 1964 di Departemen Luar Negeri diperingati secara nasional hari lahirnya Pancasila yang dihadiri oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Lihat Juga :