Gedung Pancasila, Saksi Sejarah Lahirnya Dasar Negara Indonesia
Sabtu, 04 September 2021 - 07:01 WIB
loading...
Gedung Pancasila merupakan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia. Lokasinya di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jalan Taman Pejambon Nomor 6, Jakarta Pusat. Foto/Okezone
A
A
A
JAKARTA - Gedung Pancasila merupakan salah satu bangunan bersejarah di Indonesia. Lokasinya di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jalan Taman Pejambon Nomor 6, Jakarta Pusat. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila seringkali diselenggarakan di halaman gedung tersebut. Gedung itu juga kini sering dimanfaatkan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan internasional.
Misalnya, seperti resepsi diplomatik dalam rangka menyambut kunjungan para menteri luar negeri negara sahabat ke Indonesia serta jamuan makan resmi maupun tidak resmi. Kemudian, pertemuan bilateral, penandatanganan perjanjian dengan negara lain dan organisasi internasional, serta resepsi untuk menghormati kunjungan petinggi-petinggi asing ke Indonesia.
Selain menyambut sebagian besar tamu-tamu luar negeri, Gedung Pancasila juga digunakan Menteri Luar Negeri memimpin upacara sumpah jabatan bagi para pejabat senior, konsul jenderal maupun upacara untuk mengakhiri masa jabatan dinas luar negeri. Informasi tersebut bersumber dari situs Kementerian Luar Negeri. Baca juga: Ulas Pancasila, Yudi Latif Berharap Unhan dan TNI Jadi Mobilisator Persatuan Bangsa
Seringkali juga gedung itu dimanfaatkan oleh Menteri Luar Negeri sebagai tempat acara jamuan makan pagi atau Foreign Policy Breakfast, mengundang para pemimpin dan tokoh dari kelompok-kelompok masyarakat untuk mendiskusikan kebijakan luar negeri dan masalah-masalah hubungan internasional. Dalam situs itu, disebutkan bahwa tidak ada catatan resmi soal kapan tepatnya gedung itu mulai dibangun.
Namun, berdasarkan beberapa literatur, sekitar tahun 1830 silam pembangunan gedung itu dilaksanakan. Dahulu, di gedung ini para pemimpin bangsa telah mengambil keputusan sejarah yang sangat penting ketika pada Mei, Juni dan Juli 1945 secara sepakat menentukan dasar negara yang akan dijadikan landasan bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu Pancasila. Baca juga: Ketua DPR: Indonesia Akan Terus Ada Selama Pancasila Ada di Hati Kita
Misalnya, seperti resepsi diplomatik dalam rangka menyambut kunjungan para menteri luar negeri negara sahabat ke Indonesia serta jamuan makan resmi maupun tidak resmi. Kemudian, pertemuan bilateral, penandatanganan perjanjian dengan negara lain dan organisasi internasional, serta resepsi untuk menghormati kunjungan petinggi-petinggi asing ke Indonesia.
Selain menyambut sebagian besar tamu-tamu luar negeri, Gedung Pancasila juga digunakan Menteri Luar Negeri memimpin upacara sumpah jabatan bagi para pejabat senior, konsul jenderal maupun upacara untuk mengakhiri masa jabatan dinas luar negeri. Informasi tersebut bersumber dari situs Kementerian Luar Negeri. Baca juga: Ulas Pancasila, Yudi Latif Berharap Unhan dan TNI Jadi Mobilisator Persatuan Bangsa
Seringkali juga gedung itu dimanfaatkan oleh Menteri Luar Negeri sebagai tempat acara jamuan makan pagi atau Foreign Policy Breakfast, mengundang para pemimpin dan tokoh dari kelompok-kelompok masyarakat untuk mendiskusikan kebijakan luar negeri dan masalah-masalah hubungan internasional. Dalam situs itu, disebutkan bahwa tidak ada catatan resmi soal kapan tepatnya gedung itu mulai dibangun.
Namun, berdasarkan beberapa literatur, sekitar tahun 1830 silam pembangunan gedung itu dilaksanakan. Dahulu, di gedung ini para pemimpin bangsa telah mengambil keputusan sejarah yang sangat penting ketika pada Mei, Juni dan Juli 1945 secara sepakat menentukan dasar negara yang akan dijadikan landasan bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu Pancasila. Baca juga: Ketua DPR: Indonesia Akan Terus Ada Selama Pancasila Ada di Hati Kita
Lihat Juga :