Mahfud MD Bilang Sumber Hoaks Banyak dari Medsos dan Media Abal-abal

Kamis, 02 September 2021 - 07:37 WIB
loading...
Mahfud MD Bilang Sumber...
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melanjutkan safari dialognya dengan sejumlah Pemda, ormas, dan tokoh agama. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melanjutkan safari dialognya dengan sejumlah Pemda, ormas, dan tokoh agama. Kali ini, dia melakukan dialog virtual dengan jajaran Forkoimda Jawa Timur.

Baca juga: Mahfud MD Jelaskan Prinsip Negara dalam Islam, Boleh Menganut Sistem Apa Saja

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan laporan singkatnya. Kemudian, dirinya juga mengajak kerja sama dan dukungan para tokoh agama untuk menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19).

Baca juga: Cerita Mahfud MD Soal Stereotip Terhadap Orang Madura di Acara Dialog Teraten se-Dunia

Di antara masalah yang mengemuka terkait virus varian delta tersebut, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat dan banyaknya hoaks berkeliaran.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar mengatakan, para tokoh agama dan rakyat pada umumnya percaya Covid-19 itu memang nyata sebagai penyakit yang mengancam masyarakat, meskipun memang ada yang tak percaya.

"Di daerah Pak Menko di Madura, masih ada sedikit yang tidak percaya. Tapi umumnya sudah percaya, mau divaksin dan ikut prokes, mohon dibantu kelancaran vaksinasi untuk santri di ponpes-ponpes," pinta Kiai Marzuki dalam rilis Kemenko Polhukam, Rabu (1/9/2021).

Senada dengan Khofifah, Pengasuh Ponpes Al Amien Kediri KH banyak menyebut banyak hoaks yang bertebaran di masa sekarang. Sebenarnya, sambung, Anwar, pembuat hoaks terkait Covid-19 itu hanya sedikit tapi terompetnya keras dan sering membuat gaduh.

"Mohon pemerintah bertindak tegas dalam menetralisir banyaknya hoax tersebut," kata Kiai Anwar.

Terkait maraknya hoaks, Mahfud MD menyadari hal itu merupakan masalah serius. Menurutnya, di satu sisi pemerintah mau menjamin kebebasan berbicara, tapi di sisi lain banyak hoaks yang mengadu domba dan memfitnah, sehingga dampaknya mengancam kesatuan.

Dalam diskusi dengan Dewan Pers bulan Juli lalu, sebut Mahfud, terungkap kurang dari 1.000 media mainstream yang terverifikasi dan bisa diidentifikasi karena jelas pengurus dan strukturnya. Namun, terdapat 800 ribu media yang bebas membuat berita apa saja tanpa ada penanggung jawab redaksi yang jelas.

"Sumber hoaks banyak dari media sosial dan media abal-abal, sedang yang dari media mainstream meski memuat kritik, umumnya masih bisa diterima. Kita sedang berusaha mengatasi masalah ini melalui telaah terhadap peraturan perundang-undangan, deteksi intelijen, dan keamanan," tutur Mahfud.

Di samping itu, ihwal penanganan Covid-19 terutama masalah vaksin, Eks Ketua MK itu menuturkan bahwa jumlahnya mamat tercukupi. Hanya tinggal mengerahkan vaksinator ke pondok pesantren yang hendak diituju. "Nanti BNPB supaya berkordinasi dengan gubernur," sebutnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Boni Hargens: Keterbukaan...
Boni Hargens: Keterbukaan Kapolri Perkuat Relasi Negara dan Masyarakat
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Rekomendasi
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved