Haedar Nashir: Optimistis Hadapi Pandemi Jadi Tema Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah
Rabu, 01 September 2021 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
“Betapa pun kita mengalami kesulitan dan duka dan musibah yang berat, lebih-lebih kepada mereka di garda depan sekaligus benteng terakhir di rumah sakit, para tenaga kesehatan, relawan. Suasana berat, duka, dan musibah tidak membuat kita kehilangan harapan, baik harapan yang kita bangun maupun harapan karena Allah Swt,” ucap Haedar. Baca juga: Tokoh Muda Muhammadiyah: Penurunan Harga Tes PCR Langkah Tepat Atasi Covid-19
Ketiga¸ sikap optimistik meningkatkan solidaritas kolektif antar seluruh kekuatan bangsa termasuk pemerintah. Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini mendorong semua elemen bangsa untuk bersatu, berbagi informasi, berbagi beban, dan bergotong royong menghadapi problem-problem pelik di masa pandemi ini.
“Musibah pandemi Covid-19 ini merupakan masalah bersama, maka menghadapinya juga harus bersama. PPKM, vaksinansi, dan semua ikhtiar yang telah dilakukan, tidak mungkin berhasil jika tidak menggalang kebersamaan,” ajak Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 63 tahun silam ini
Keempat, optimisme dibangun karena nilai dasar keimanan. Meski dunia telah sedemikian canggih dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, Haedar mengingatkan untuk senantiasa terus bergantung kepada Allah Yang Maha Kuasa. Semua kaum beriman harus membuka pintu langit dalam menyelesaikan masalah ini, selain terus berikhtiar di bumi nyata.
“Akhirnya, dengan Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini, kita ingin menyukseskan Muktamar dengan sistem dan metode yang akan kita tentukan bersama, karena kami memandang bahwa di pertengahan dan akhir tahun 2022, dalam pandangan para ahli kita masih belum bisa berakhir keluar dari pandemi Covid-19 ini,” pungkas Haedar. Fahreza Rizky
Ketiga¸ sikap optimistik meningkatkan solidaritas kolektif antar seluruh kekuatan bangsa termasuk pemerintah. Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini mendorong semua elemen bangsa untuk bersatu, berbagi informasi, berbagi beban, dan bergotong royong menghadapi problem-problem pelik di masa pandemi ini.
“Musibah pandemi Covid-19 ini merupakan masalah bersama, maka menghadapinya juga harus bersama. PPKM, vaksinansi, dan semua ikhtiar yang telah dilakukan, tidak mungkin berhasil jika tidak menggalang kebersamaan,” ajak Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 63 tahun silam ini
Keempat, optimisme dibangun karena nilai dasar keimanan. Meski dunia telah sedemikian canggih dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, Haedar mengingatkan untuk senantiasa terus bergantung kepada Allah Yang Maha Kuasa. Semua kaum beriman harus membuka pintu langit dalam menyelesaikan masalah ini, selain terus berikhtiar di bumi nyata.
“Akhirnya, dengan Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini, kita ingin menyukseskan Muktamar dengan sistem dan metode yang akan kita tentukan bersama, karena kami memandang bahwa di pertengahan dan akhir tahun 2022, dalam pandangan para ahli kita masih belum bisa berakhir keluar dari pandemi Covid-19 ini,” pungkas Haedar. Fahreza Rizky
(cip)
Lihat Juga :