PBNU: Ramadhan di Tengah Wabah Corona Momentum untuk Tingkatkan Kesalehan
Selasa, 21 April 2020 - 15:29 WIB
loading...
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, KH. Robikin Emhas mengajak rakyat Indonesia bersatu menghadapi pandemi virus Corona. Foto/SIINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, KH. Robikin Emhas menyatakan, lembaganya tak akan pernah lelah untuk terus menyeru agar bangsa Indonesia bersatu padu dalam menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19) yang terjadi saat ini.
Sejak Covid-19 masuk Indonesia, PBNU secara resmi telah menerbitkan setidaknya lima surat penting, baik berupa surat instruksi, imbauan maupun surat edaran. Isi surat meliputi protokol pencegahan, pembentukan Satgas NU Peduli Covid-19 dan panduan keagamaan menjalankan peribadatan di tengah pandemi Covid-19.
Khusus peribadatan di bulan Ramadhan, Robikin mengaku PBNU telah mengeluarkan surat edaran yang berisi 4 poin seruan. "Seruan ini terkhusus diperuntukkan kepada semua jajaran pengurus mulai di tingkat Wilayah, Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting, hingga Anak Ranting atau pengurus di tingkat desa/kelurahan dan warga NU seluruhnya serta umat Islam pada umumya yang berada di kawasan pandemi Corona," tutur Robikin kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).
Dalam pandangan NU, lanjut dia, kesempatan bertemu bulan Ramadhan itu merupakan anugerah. Anugerah yang luar biasa karena di bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang tidak didapati di bulan lain. "Oleh karena itu, jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa makna," ungkap Robikin.
Sebaliknya, kata Robikin, mari gunakan Ramadhan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas penghambaan dan pengabdian agar kesalehan individual makin membaik dan kesalehan sosial nyata dirasakan umat manusia. "Jangan ada yang berpikir jadikan wabah Corona untuk menghindari berbagai macam jenis peribadatan selama bulan Ramadhan, apalagi untuk tidak menjalankan puasa," katanya.
Sejak Covid-19 masuk Indonesia, PBNU secara resmi telah menerbitkan setidaknya lima surat penting, baik berupa surat instruksi, imbauan maupun surat edaran. Isi surat meliputi protokol pencegahan, pembentukan Satgas NU Peduli Covid-19 dan panduan keagamaan menjalankan peribadatan di tengah pandemi Covid-19.
Khusus peribadatan di bulan Ramadhan, Robikin mengaku PBNU telah mengeluarkan surat edaran yang berisi 4 poin seruan. "Seruan ini terkhusus diperuntukkan kepada semua jajaran pengurus mulai di tingkat Wilayah, Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting, hingga Anak Ranting atau pengurus di tingkat desa/kelurahan dan warga NU seluruhnya serta umat Islam pada umumya yang berada di kawasan pandemi Corona," tutur Robikin kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).
Dalam pandangan NU, lanjut dia, kesempatan bertemu bulan Ramadhan itu merupakan anugerah. Anugerah yang luar biasa karena di bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang tidak didapati di bulan lain. "Oleh karena itu, jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa makna," ungkap Robikin.
Sebaliknya, kata Robikin, mari gunakan Ramadhan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas penghambaan dan pengabdian agar kesalehan individual makin membaik dan kesalehan sosial nyata dirasakan umat manusia. "Jangan ada yang berpikir jadikan wabah Corona untuk menghindari berbagai macam jenis peribadatan selama bulan Ramadhan, apalagi untuk tidak menjalankan puasa," katanya.
Lihat Juga :