Data Lebih Mahal dari Tambang, Indonesia Perlu Lembaga Perlindungan Data

Selasa, 31 Agustus 2021 - 16:52 WIB
loading...
A A A
Menurut Farhan, otoritas perlindungan data ini tentu harus ada induknya, yakni sebuah lembaga yang punya otoritas yang kuat. Mimpinya bisa seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena data ini sekarang lebih mahal daripada minyak atau barang tambang. Bahkan, kalau minyak dan tambang bisa habis, tapi data ini tak terbatas. “Jadi kalau kita punya perlindungan data sekuat OJK, segitu dahsyatnya itu ideal sekali,” ungkap Farhan.

Mantan pembawa acara kondang ini menambahkan, lembaga ini akan bertanggung jawab langsung di bawah presiden, dan ini sesuai dengan hasil kajian dan juga GDPR (general data protection regulation) yang ada di Eropa. Sayangnya, ada pragmatisme dan skeptisisme bahwa jika ingin membuat lembaga perlindungan data seperti OJK akan memakan waktu berapa lama, dan seberapa besar dukungan anggarannya.

Karena, politikus Partai Nasdem ini menjelaskan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai lembaga pertahanan siber nasional membutuhkan anggaran Rp 4 triliun per tahun, namun realsiasinya hanya Rp 400 miliar, turun 50% karena refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19. Sehingga, menurutnya, yang paling realistis adalah lembaga ini dibentuk di bawah Kominfo untuk sementara waktu.

“Bahwa nanti dalam perkembangan berikutnya kita lakukan evaluasi lembaga ini makin lama makin besar, sehingga nanti bisa menjadi keberadaan Kominfo, ya boleh dipecah, persis seperti BI (Bank Indonesia) dan OJK. Kalau langsung dibikin sekarang efektifnya bisa 3 sampai 5 tahun bos, selama lembaga itu nggak efektif maka percuma juga kita sekarang ribut-ribut punya undang-undang dan bicara soal pencegahan kebocoran data serta perlindungan data pribadi. Jadi yang saya tawarkan disini adalah sebuah narasi tentang pragmatisme dan idealisme, dua-duanya bagus bagus, hati kita harus memilih dengan konsekuensinya masing-masing terima kasih,” tandas Farhan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Idul Adha dan Teror...
Idul Adha dan Teror Data: Kita Berkurban atau Justru Jadi Korban?
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Rekomendasi
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved