Angka Kasus Corona Terus Turun, Demokrat Soroti Penyalahgunaan Data
Selasa, 31 Agustus 2021 - 08:56 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong Pemerintah meningkatkan testing Covid-19 (virus Corona) serta total positivity rate PCR. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong Pemerintah untuk lebih meningkatkan testing Covid-19 (virus Corona ) serta total positivity rate PCR pada masa pandemi.
Baca juga: Jadi Oposisi Mini Bersama PKS, Demokrat Belum Tertarik Bahas Koalisi 2024
Meskipun positivity rate PCR harian turun menjadi 9.63% namun total positivity rate PCR masih berada di atas 20,64%. Positivity rate PCR ini masih berada jauh di atas standar maksimal WHO yang mensyaratkan positivity rate di bawah 5%.
Baca juga: Jokowi Panen Pujian Bos Parpol, Demokrat Ingatkan Banyak Warga Mati karena Pandemi
"Spesimen yang dites harus diperbanyak karena penurunan spesimen pengetesan Covid-19 berpotensi menimbulkan abuse (penyalahgunaan) data Covid-19 yang disampaikan kepada publik," ujar Syarief Hasan, Senin (30/8/2021).
Ia menyebutkan angka kasus aktif harian Covid-19 memang sudah menurun di angka 10.050 kasus positif. Namun angka kematian mencapai 591 kasus kematian pada Sabtu, (28/8/2021) lalu. Spesimen yang diperiksa sebesar 181.674 spesimen dari 104.314 orang yang dites.
"Pemerintah harus semakin memperbanyak orang/lebih meningkatkan spesimen yang dites sehingga kasus positif dapat dideteksi, di-tracking, dan dilokalisir serta tidak semakin menyebar kemana-mana. Jangan sampai terjadi pengurangan pengetesan yang membuat sulit mendeteksi orang yang terinfeksi Covid-19," jelas Syarief Hasan.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menilai, angka kematian juga masih sangat tinggi sehingga masih perlu perlakuan khusus agar terjadi pengurangan kasus kematian.
Syarief Hasan juga meminta pemerintah mempercepat Herd Immunity, memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dengan tegas dan meningkatkan pengawasan terhadap kebijakan larangan masuk ke Indonesia bagi WNA selama masa pelarangan yang sudah ditentukan.
Baca juga: Jadi Oposisi Mini Bersama PKS, Demokrat Belum Tertarik Bahas Koalisi 2024
Meskipun positivity rate PCR harian turun menjadi 9.63% namun total positivity rate PCR masih berada di atas 20,64%. Positivity rate PCR ini masih berada jauh di atas standar maksimal WHO yang mensyaratkan positivity rate di bawah 5%.
Baca juga: Jokowi Panen Pujian Bos Parpol, Demokrat Ingatkan Banyak Warga Mati karena Pandemi
"Spesimen yang dites harus diperbanyak karena penurunan spesimen pengetesan Covid-19 berpotensi menimbulkan abuse (penyalahgunaan) data Covid-19 yang disampaikan kepada publik," ujar Syarief Hasan, Senin (30/8/2021).
Ia menyebutkan angka kasus aktif harian Covid-19 memang sudah menurun di angka 10.050 kasus positif. Namun angka kematian mencapai 591 kasus kematian pada Sabtu, (28/8/2021) lalu. Spesimen yang diperiksa sebesar 181.674 spesimen dari 104.314 orang yang dites.
"Pemerintah harus semakin memperbanyak orang/lebih meningkatkan spesimen yang dites sehingga kasus positif dapat dideteksi, di-tracking, dan dilokalisir serta tidak semakin menyebar kemana-mana. Jangan sampai terjadi pengurangan pengetesan yang membuat sulit mendeteksi orang yang terinfeksi Covid-19," jelas Syarief Hasan.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menilai, angka kematian juga masih sangat tinggi sehingga masih perlu perlakuan khusus agar terjadi pengurangan kasus kematian.
Syarief Hasan juga meminta pemerintah mempercepat Herd Immunity, memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dengan tegas dan meningkatkan pengawasan terhadap kebijakan larangan masuk ke Indonesia bagi WNA selama masa pelarangan yang sudah ditentukan.
(maf)
Lihat Juga :