Ketum PPP: Demokrasi Tanpa Kesejahteraan Adalah Demokrasi Gagal
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 14:46 WIB
loading...
Ketum PPP Suharso Monoarfa menyebutkan, sistem demokrasi Pancasila yang tengah diusung oleh pemerintah saat ini seharusnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menyebutkan sistem demokrasi Pancasila yang tengah diusung oleh pemerintah saat ini seharusnya dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Wacana Undurkan Pemilu 2024 ke 2027 Dinilai Menabrak Pilar Demokrasi
"Demokrasi tanpa kesejahteraan merupakan demokrasi yang gagal. Demokrasi harus dengan buah manis, bukan pahit bahkan racun," ujar Suharso Monoarfa, Jumat (20/8/2021) dalam webminar Pidato Kebangsaan Ketua Umum Partai Politik memperingati 50 tahun CSIS Indonesia.
Baca juga: Demokrasi Malaysia Butuh Reformasi Struktural
Ia menyebutkan keprihatinan saat ini melihat banyak anak bangsa baik di tingkat elit politik hingga netizen di media sosial saling berhadap-hadapan menjelekkan satu dengan yang lain.
"Demokrasi adalah instrumen tata cacar berlomba mewujudkan kebajikan, bukan untuk saling memecah belah, memaki dan membenci. Demokrasi dibuat dan kita gunakan untuk mempersatukan seluruh elemen bangsa," tambah Suharso Monoarfa.
Ia juga berharap agar sistem demokrasi Pancasila yang ada saat ini betul-betul mensejahterakan masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur pada 2045.
"Berdemokrasi sebagai pembuktian. Tidak ada satu pihak yang tertinggal No one left behind. Mensejahterakan masyarakat membangun bangsa adalah tujuan utama demokrasi," kata Suharso Monoarfa.
Baca juga: Wacana Undurkan Pemilu 2024 ke 2027 Dinilai Menabrak Pilar Demokrasi
"Demokrasi tanpa kesejahteraan merupakan demokrasi yang gagal. Demokrasi harus dengan buah manis, bukan pahit bahkan racun," ujar Suharso Monoarfa, Jumat (20/8/2021) dalam webminar Pidato Kebangsaan Ketua Umum Partai Politik memperingati 50 tahun CSIS Indonesia.
Baca juga: Demokrasi Malaysia Butuh Reformasi Struktural
Ia menyebutkan keprihatinan saat ini melihat banyak anak bangsa baik di tingkat elit politik hingga netizen di media sosial saling berhadap-hadapan menjelekkan satu dengan yang lain.
"Demokrasi adalah instrumen tata cacar berlomba mewujudkan kebajikan, bukan untuk saling memecah belah, memaki dan membenci. Demokrasi dibuat dan kita gunakan untuk mempersatukan seluruh elemen bangsa," tambah Suharso Monoarfa.
Ia juga berharap agar sistem demokrasi Pancasila yang ada saat ini betul-betul mensejahterakan masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur pada 2045.
"Berdemokrasi sebagai pembuktian. Tidak ada satu pihak yang tertinggal No one left behind. Mensejahterakan masyarakat membangun bangsa adalah tujuan utama demokrasi," kata Suharso Monoarfa.
(maf)
Lihat Juga :