Puspolkam Indonesia Apresiasi Kinerja Polri, TNI, dan BIN Dalam Percepatan Vaksinasi COVID-19

Kamis, 19 Agustus 2021 - 22:24 WIB
loading...
Puspolkam Indonesia...
Puspolkam Indonesia memberikan apresiasi kepada Polri, TNI, dan BIN yang melakukan kerja-kerja terukur, masif, dan sistematis dalam percepatan program vaksinasi COVID-19. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pusat Kajian Politik dan Keamanan Indonesia (Puspolkam Indonesia) mendukung kinerja pemerintah dalam penanganan COVID-19 di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) .

Secara khusus, apresiasi diberikan kepada Polri, TNI, dan BIN yang melakukan kerja-kerja terukur, masif, dan sistematis dalam percepatan program vaksinasi, distribusi bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak, serta pengamanan PPKM di seluruh wilayah. Baca juga: Sebelum Meninggal, Anggota Komisi XI DPR Percha Leanputri Kritis Karena Covid-19

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli menyampaikan Hari Kemerdekaan harus menjadi momen bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan komitmen bersama, tekad bersama, untuk bahu-membahu dengan pemerintah, bersatu, dan bergotongroyong melakukan percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

"Sebagai pesan moral penting kepada Negara dalam momen HUT RI ini, kita harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa, yang juga di dalamnya tidak terlepas dari percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, regional, dan lokal," ujar Firman dalam rilisnya, Kamis (19/8/2021).

Maka menjadi penting dan strategis bagaimana mencari titik temu terkait kebijakan PPKM yang berdampak terhadap pemulihan ekonomi. Dari perspektif Puspolkam Indonesia, sikap dan kebijakan bersama untuk bersatu dan bergotong royong, untuk bisa melakukan kerja sama strategis dan teknis.

"Belajar dari kondisi pandemi, Indonesia harus membangun apa yang disebut dengan berdaulat di bidang farmasi dan obat-obatan. Keberdaulatan ini menjadi penting karena berkaitan dengan upaya membumikan agenda melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan juga memajukan kesejahteraan umum," lanjut mantan Anggota DPR RI ini.

Dalam Webinar "Perpanjangan PPKM dan Kibaran Bendera (Merah) Putih" yang dilaksanakan oleh Puspolkam Indonesia pada Senin (16/8) lalu, hadir narasumber antara lain Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena, Direktur Sosial Budaya (Dirsosbud) Baintelkam Polri Brigjen Pol Arif Rahman, Deputi VII bidang Komunikasi BIN Wawan Heri Purwanto, dan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM M Riza Damanik.

Dirsosbud Baintelkam Polri, Brigjen Pol Arif Rahman mengatakan Polri dan TNI berperan membantu pemerintah dalam akselerasi vaksinasi. Tidak bisa dipungkiri, kata dia, salah satu penyebab tingginya angka COVID-19 adalah karena vaksinasi belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini terjadi akibat vaksin yang belum banyak tersedia.

Namun, lanjutnya, saat ini vaksin kita sudah cukup banyak didatangkan dari luar negeri. Sehingga kegiatan vaksinasi bisa dipercepat dengan mengikutsertakan semua elemen masyarakat.

“Selain membantu akselerasi vaksinasi, tentunya Polri, TNI, dan pemerintah daerah juga melakukan pengawasan dalam penerapan PPKM. Memang masih ada hal-hal yang dirasakan masyarakat mungkin tidak tepat. Sehingga masyarakat merasakan PPKM ini menjadi suatu hal yang menghambat segala aktivitas mayarakat,” terang Arif.

Kata dia, kebijakan PPKM tidak bisa memuaskan semua pihak. Tetapi kalau melihat permasalahan yang sedang dialami bangsa ini, memang kita betul-betul harus melakukan penerapan PPKM ini secara serempak di seluruh Indonesia agar angka COVID-19 ini tidak kembali naik.

Hal senada turut disampaikan Deputi VII bidang Komunikasi BIN, Wawan Heri Purwanto. Menurutnya, persoalan mengenai perpanjangan PPKM dan juga kibaran bendera putih masih mewarnai kehidupan kita.

"Disadari bahwa PPKM adalah sesuatu yang memang sulit untuk dihindari. Karena memang lonjakan kemarin betul-betul memberikan suatu dampak yang signifikan terhadap kesehatan di negeri kita,” jelas Wawan.

Wawan menjelaskan saat ini di daerah juga didorong vaksinasi dengan sistem door to door. Cara ini dilakukan, kata dia, karena masih banyak warga masyarakat yang merasa ragu atau ketakutan.

“Ini akibat berbagai propaganda-propaganda negatif, rumor, dan hoaks, serta ada juga yang sakit, ataupun ketakutan lainnya. Semua menjadi concern kita bersama supaya COVID-19 ini segera turun. Alhamdulilah, berkat kerja sama dari semua pihak, juga kerja keras, kerja cerdas kita semua, akhirnya angka bisa kita turunkan,” terang Wawan.

Riza Damanik, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM yang turut hadir dalam webinar mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan beberapa upaya dalam kerangka untuk memberikan penguatan terhadap pelaku UMKM.

Pertama, kata dia, terkait langsung dengan akses pembiayaan. Di luar itu, pemerintah terus melakukan upaya-upaya untuk memperkuat akses pasar bagi pelaku UMKM.

Dia membeberkan, saat ini sudah ada 14,6 juta pelaku UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital. Selama pandemi, setidaknya sudah ada penambahan sekitar 5,7 juta pelaku UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital.

“Pandemi ini mengajarkan kita satu hal utama bahwa perlu ada transformasi, ada upaya langkah adaptasi yang luar biasa. Tidak hanya dari pelaku UMKM-nya tetapi juga dari para konsumennya,” jelasnya.

Reza mengimbau supaya masyarakat mengkonsumsi produk-produk UMKM atau warung-warung di sekitar. “Dengan begitu, kita tidak hanya membantu para pelaku UMKM tapi juga menyelamatkan ekonomi masyarakat yang tinggal di perdesaan, nelayan, petani-petani di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena mengatakan PPKM saat ini salah satu agenda krusial dalam menangani pandemi di Tanah Air. Jadi ada banyak strategi yang dibutuhkan.

“Salah satu yang lebih penting dari semua strategi ini adalah bagaimana kita memastikan bahwa PPKM itu betul-betul bisa efektif di lapangan dan bisa dipastikan bahwa seluruh pergerakan dari semua warga Indonesia saat itu betul-betul terbatas dan dibatasi,” ujar anggota DPR RI dari dapil NTT ini.

Dalam konteks inilah, lanjutnya, PPKM menjadi penting. Karena itulah instrumen yang dapat memastikan bahwa seluruh pergerakan orang di negeri ini terbatas, dibatasi, kemudian juga terkontrol.

"Melihat kondisi pergerakan pandemi COVID-19 sekarang ini, kebijakan berikutnya yang paling tepat adalah menggunakan PPKM Skala Mikro. PPKM Skala Mikro sangat cocok dengan kultur dan budaya Indonesia yang gotong royong," jelasnya.

Terkait pengembangan industri farmasi dalam negeri, Melki mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR tanggal 16 Agustus 2021. Baca juga: Memalukan, Anggota Satgas COVID-19 di Kota Medan Curi Ponsel Saat Razia PPKM Level 4

"Kita harus mendukung pengembangan dan penguatan industri farmasi dalam negeri sehingga dapat terlibat memenuhi kebutuhan obat-obatan yang diperlukan oleh masyarakat," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung Imbau Publik...
Kejagung Imbau Publik Tak Beropini terkait Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Kejagung Tunggu Hasil...
Kejagung Tunggu Hasil Penyidikan Polri soal Penggeledahan Sejumlah Lokasi
Gus Lilur Minta Penggeledahan...
Gus Lilur Minta Penggeledahan 12 Lokasi Jangan Digiring Pertarungan Polisi Vs Jaksa
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp 60 Miliar dari Kafe di Cipete
Penggeledahan Kafe di...
Penggeledahan Kafe di Cipete Berlanjut hingga Malam, Brimob Masih Berjaga
Rekomendasi
Liburan Hemat Setengah...
Liburan Hemat Setengah Harga! Tiket Kereta Api dan Whoosh Diskon 50% di Traveloka Pakai BRI Kartu Kredit
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
PSEL Bali Dinilai Strategis...
PSEL Bali Dinilai Strategis Kendalikan Sampah dan Emisi
Berita Terkini
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Polri Miliknya
Prabowo Resmikan 5 Bendungan...
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jalan Sempoyongan di KPK usai Terjaring OTT
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Sinergi dengan 138 Kampus...
Sinergi dengan 138 Kampus dalam Pendidikan Advokat, Peradi Profesional Raih Rekor MURI
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Sangkal Mengundurkan Diri
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved