KPK Ungkap Banyak Pemda Berbondong-bondong Perbaiki DTKS saat Pandemi Covid-19

Kamis, 19 Agustus 2021 - 18:50 WIB
loading...
KPK Ungkap Banyak Pemda...
Warga saat mengambil bansos dari pemerintah. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengungkapkan bahwa sebelum pandemi Covid-19 melanda banyak pemerintah daerah enggan memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ).

DTKS itu meliputi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Penerima Bantuan dan Pemberdaan Sosial serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

"Pada awal dulu orang memandang sebelah mata buat DTKS karena bansos yang tunai belom ada, begitu pandemi mau diberikan bantuan baru Pemda berbondong-bondong memperbaiki," kata Pahala dalam diskusi secara daring, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: DTKS Lawas Dinilai Jadi Penyebab Tumpang Tindih Penyaluran Bansos

"Di waktu awal bansos dikasih kami ngobrol dengan Kemensos yang Pemda update itu masih puluhan, tapi sekarang yang tidak update saja tinggal sedikit sekali, malah tebalik angkanya," katanya.

Selain itu, KPK, kata Pahala, telah menyiapkan platform saluran Jaga.id untuk memudahkan masyarakat melaporkan adanya dugaan korupsi mengenai bansos.

"Ini (Jaga.id) bukan hanya melapor buat penerima saja, Anda melaporkan buat tentangga juga boleh, boleh banget, tapi ga boleh laporan kaleng-kaleng, tidak boleh laporan yang fitnah segala macem karena ada verifikasi. Kalau Anda lapor kita telepon balik, kita komunikasikan balik, gak jawab hilang kita gak mau layani," katanya.

Baca juga: Kemendagri: 90,3% DTKS Sudah Cocok dengan Data Kependudukan

"Setelah laporan ini terkumpul kita akan sampaikan ke Inspektorat pemerintah daerah masing-masing mohon seluruh Pemerintah daerah itu inspektoratnya segera merespons," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
KPK Bergerak! Usai OTT...
KPK Bergerak! Usai OTT Bupati Muara Enim, Sejumlah Ruangan Penting Disegel
Rekomendasi
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Infografis
Israel Caplok Banyak...
Israel Caplok Banyak Wilayah Suriah Saat Kekosongan Pemerintahan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved